Berita

Amien Rais saat mendeklarasikan Partai Ummat/Net

Politik

Survei Nyapres 2024: Partai Yang Diharapkan Menang Partai Ummat Dan Gelora, Bukan Partai PPP Atau PBB

SELASA, 01 JUNI 2021 | 03:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat keterpilihan partai politik menjelang pemilu 2024 kembali menjadi materi survei nasional.

Kali ini, lembaga survei Nyari Presiden (Nyapres) 2024 mengukur ketertarikan masyarakat terhadap partai-partai politik baru yang belum lama ini dideklarasikan sejumlah tokoh.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Nyapres 2024, Bayu Adi Permana menerangkan, pihaknya menanyakan kepada konstituen Islam mengenai partai politik yang akan dipilihnya untuk pemilu 2024 mendatang.


Dari sejumlah partai yang masuk radar perebutan konstituen Islam, survei Nyapres 2024 mendapatkan dua partai baru yang masuk ke dalam 7 besar partai dengan tingka keterpilihan tinggi hingga cukup tinggi.

"Urutan partai yang diharapkan menang di Pemilu 2024 adalah PKS 42,14 persen, PKB 19,92 persen, PAN 11,45 persen, Partai Ummat 11,07 persen, PPP 7,71 persen, Partai Gelora (4,89 persen, dan PBB 2,82 persen," ujar Bayu dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/6).

"Menariknya dari hasil itu, partai baru seperti Partai Ummat dan Partai Gelora justru lebih diharapkan menang dibanding partai lama seperti PPP dan PBB," tambahnya.

Nyapres 2024 melakukan Survei Online Nasional dengan tajuk “Regenerasi Politik Indonesia : Tokoh Muslim Menjelang 2024”.

Survei ini dilakukan melalui wawancara secara online dengan menyebar kuisioner menggunakan jejaring media sosial melalui iklan facebook dengan pilihan kategori penerima iklan sesuai sebaran propinsi responden dan berusia minimal 17 tahun.

Jumlah responden dipilih secara acak dengan memperhatikan proporsionalitas jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Survei ini mengambil sampel 1.310 responden yang tersebar di 32 provinsi dalam kurun waktu 17 April-10 Mei 2021.

Margin of error +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya