Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Polemik Presiden Seumur Hidup

SENIN, 31 MEI 2021 | 16:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBENARNYA Pilpres 2024 masih cukup lama yakni dua tahun lagi, tetapi berbagai pihak sudah mulai sibuk dicapreskan dan/atau menyapreskan diri.

Bahkan Presiden Joko Widodo yang telah menegaskan bahwa dirinya tidak berambisi untuk lanjut menjadi presiden setelah dua periode, juga ada yang menghendaki Presiden Jokowi lanjut menjadi presiden untuk masa bakti kepresidenan 2024 sampai dengan 2029.

Bahkan ada yang menghendaki Presiden Jokowi ditetapkan menjadi presiden seumur hidup Republik Indonesia seperti dahulu Bung Karno.


Sebenarnya presiden seumur hidup di masa kini juga bukan sesuatu yang mustahil sebab telah diputuskan oleh Partai Komunis China bagi Xi Yinping.

Naga-naganya Vladimir Putin juga sedang digadang-gadang untuk menjadi presiden umur hidup Rusia.

Demokrasi

Karena Indonesia sudah menjadi konon negara demokratis maka wajar bahwa setiap warga Indonesia berhak memiliki dan mengungkap pendapat masing-masing maka wajar bahwa ada yang pro dan ada yang kontra terhadap wacana Presiden Jokowi tiga periode, dan Presiden Jokowi seumur hidup.

Alasan pro dan kontra juga beranekaragam.

Yang kontra berpegang teguh pada konstitusi yang telah disepakati bangsa Indonesia bahwa masa kepresidenan Indonesia hanya terbatas maksimal dua periode @ lima tahun melalui proses pemilihan umum yang secara langsung dipilih oleh rakyat yang berhak memilih.

Yang pro berpegang teguh pada bahwa keyakinan bahwa Presiden Jokowi telah menunaikan tugas sebagai presiden secara sangat baik, maka jangan diganti oleh pengganti yang belum tentu lebih baik ketimbang Presiden Jokowi.

Namun alasan yang pro yang paling sulit dibantah adalah alasan yang bersifat akuntatif tentang penghematan biaya pada masa negara, bangsa dan rakyat Indonesia sedang menderita kesulitan keuangan akibat pageblug Corona serta pembangunan infrastruktur terutama pembangunan ibukota baru.

Penghematan

Alasan penghematan biaya memang sangat masuk akal sehingga memang sulit dibantah.

Biaya penyelenggaraan pemilu apalagi pemilihan presiden yang pada tahun 2019 terbukti banyak menimbulkan dampak samping negatif memecahbelah bangsa memang secara hitungan rupiah luar biasa besarnya.

Jumlah dana negara yang bisa dihemat dengan tidak perlu menyelenggarakan pemilihan presiden sebab presiden seumur hidup bisa langsung ditetapkan oleh MPR dan DPR tanpa melalui pilpres yang sangat amat mahal penyelenggaraannya.

Suatu jumlah dana yang apabila dihemat bisa didayagunakan untuk hal lebih bermakna langsung bagi kesejahteraan rakyat Indonesia seperti menggratiskan biaya pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Terkesan penghematan biaya pilpres memang sangat bagus asal dana yang dihemat tidak dikorupsi seperti misalnya dana Bansos dan Jiwasraya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya