Berita

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 kepada kelompok lanjut usia (lansia)/Net

Kesehatan

Uji Klinis Fase Ketiga Vaksin Sinopharm: Efikasi Mencapai 78,02 Persen

MINGGU, 30 MEI 2021 | 23:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat efikasi vaksin Covid-19 produksi Sinopharm dari hasil uji klinis fase ketiga di Uni Emarit Arab tercatat tinggi.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers virtual yang diiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu Wiku menjelaskan, efikasi yang tinggi merupakan satu tanda terpenting yang dibutuhi dalam membentuk sistem kekebalan tubuh pada seseorang.


"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen," ujar Wiku dikutip Minggu (30/5).

Selain itu, Wiku juga mengatakan bahwa vaksin Sinopharm telah mendapatkan persetujuan Emergency Use of Authorization (EUA) di lebih dari 27 negara, dan juga telah mendapatkan Emergency Use of Listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021.

Indonesia, lanjut Wiku,sudah mengeluarkan EUA sejak April 2021. Vaksin ini menurutnya aman dipakai kelompok lansia dan orang-orang dewasa, jika melihat persentase efikasi yang tercatat tersebut.

"Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa," sambungnya.

Meski demikian, Wiku mengingatkan agar vaksinasi tidak menjadikan masyarakat merasa aman sepenuhnya dari Covid-19. Akan tetapi, karena seluruh jenis pengendalian COVID-19 saling melengkapi, dan tidak bisa berdiri sendiri, perlu kerjasama semua pihak.

Wik menyatakan, Indonesia saat ini masih memfokuskan penanganan dan pencegahan penularan pada kelompok-kelompok rentan terpapar Covid-19.

Sebab sampai saat ini, vaksin untuk anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak.

"Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," lanjutnya.

Lalu, perkembangan terbaru dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) per 25 Mei 2021, ada sebanyak 1.744 WGS yang dikumpulkan ke bank data GISAIDM, dimana sebanyak  1.711 diantaranya sudah selesai dilakukan.

Sedangkan untuk varian baru atau varian of concern yang terdeteksi ialah jenis B117 sebanyak 16 kasus, varian B1617+ sebanyak 27 kasus, varian B1351 sebanyak 2 kasus dan varian B1525 sebanyak 1 kasus.

Namun masyarakat sebaiknya tidak fokus terhadap penemuan varian virus. Melainkan adanya data terbaru hasil WGS dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan.

"Dan adanya varian baru tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Karena dapat berujung pada melemahkan imunitas diri," demikian Wiku.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya