Berita

Meteran listrik/Net

Bisnis

Peralihan Energi Menuju EBT Harus Disiapkan Matang, Jangan Sampai Tarif Listrik Mencekik Rakyat

JUMAT, 28 MEI 2021 | 18:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Peralihan secara radikal operasional pembangkit listrik dari bahan bakar batubara ke energi baru terbarukan (EBT) merupakan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Sebab, hingga saat ini pembangkit berbahan batubara merupakan yang terbesar di Indonesia yang digunakan oleh PLN.

Begitu terang Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menanggapi rencana pemerintah untuk memberhentikan operasional pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara. Disebutkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa energi fosil merupakan musuh bersama di seluruh dunia dan pemerintah akan memensiunkan power plant batubara.

“Bagaimanapun, batubara ini kan lebih murah dibandingkan energi primer yang lain,” ujar Mamit kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (28/5).


Dia juga menyinggung proyek listrik 35 ribu megawatt yang pengerjaannya sedang ditunda. Di mana 90 persen realisasinya merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau berbahan batubara.

“Jadi saya melihat bahwa ini (penutupan PLTU) bisa dilakukan, tapi tidak dalam waktu dekat,” tekannya.

Pertama yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah segera menemukan pembangkit lain yang cocok untuk karakter Indonesia di daerah yang beragam secara tipologi.

Kedua, harus dipikirkan adalah kesiapan pemerintah untuk secara radikal mengganti energi dari batubara yang saat ini berjumlah sangat besar.

“Kalau saya yakin belum siap, kalau kita bicara EBT ya. Tapi kalau kita bicara bahan bakar yang lebih baik, misalnya gas yang lebih ramah lingkungan ya itu mungkin saja. Tetapi tidak bisa dalam waktu dekat karena harus pembangunan infrastruktur lebih dahulu, mempersiapkan semuanya,” urainya.

Lebih lanjut, Mamit mengingatkan bahwa pembangkit listrik EBT akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Sebab harga yang dibayar untuk pembangkit listrik EBT cukup tinggi. Sehingga berpotensi mencekik ekonomi rakyat.

“Nah jangan sampai nanti justru harga tarif dasar listrik melambung jauh tinggi yang akhirnya memberatkan masyarakat,” terangnya.

“Tetapi pada prinsipnya saya setuju melakukan shifting ke renewable energy. Tapi perlu dipersiapkan secara matang pembangunan infrastruktur, kesiapan semuanya sehingga kita benar-benar siap pembangkit kita ini menjadi ramah lingkungan,” demikian Mamit.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya