Berita

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), SUharso Monoarfa dalam pertemuan bersama sejumlah kementerian/lembaga di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Bappenas, Senin (24/5)?Repro

Politik

Bappenas Matangkan Masterplan Dan Anggaran Pembangunan Food Estate Di Kalimantan Hingga Papua

KAMIS, 27 MEI 2021 | 14:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembangunan Food Estate atau Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) oleh pemerintah masih digodok oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan, pihaknya kini tengah mematangkan kebutuhan anggaran dan masterplan pembangunan Food Estate di lima daerah yang direncanakan.

Pasalnya, Suharso menerangkan bahwa Food Estate ini menjadi strategi implementasi Prioritas Nasional yang memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.


Hal ini disampaikan Suharso Monoarfa dalam pertemuan bersama sejumlah kementerian/lembaga di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Bappenas, Senin (24/5).

“Pertemuan ini bertujuan untuk konfirmasi bagaimana beberapa kementerian terlibat di dalam intervensi untuk melakukan kegiatan Prioritas Nasional Food Estate. Sebagai catatan, yang telah ada di Kementerian PPN/Bappenas dan sudah memenuhi sesuai arahan Presiden, ada di kawasan Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara,"ujar Suharso dikutip melalui website resmi Bappenas, Kamis (27/5).

"Kita bahas konfirmasi kebutuhan anggaran indikatif untuk program tersebut, baik yang terkait di Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, kemudian kementerian yang lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Suharso memastikan pembangunan Food Estate dimulai sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yaitu di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

Kemudian, KSPP diarahkan untuk mendukung dan memperkuat pencapaian target-target pembangunan, terutama penguatan cadangan beras pemerintah hingga 1-1,5 juta ton beras.

Selain itu, juga bertujuan untuk peningkatan produksi pangan tiga persen per tahun dan produktivitas pertanian, peningkatan ketersediaan beras hingga 46,8 juta ton pada 2024.

Terpenting, Suharso juga memastikan pembangunan Food Estate ini juga bakal memenuhi target Nilai Tukar Petani mencapai 103-105, dan menghindari terjadinya degradasi atau kerusakan lahan.

Terpisah, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto menerangkan, Kementerian PPN/Bappenas memastikan Masterplan atau Rencana Induk Pengembangan Food Estate yang disusun pihaknya memakai pendekatan Social-Ecological System (SES), sebagai fondasi prinsip keberlanjutan, integratif, resilient, inklusif, serta maju dan modern.

Selain itu, pengembangan KSPP memastikan integrasi hulu-hilir dengan mencakup tiga aspek utama, yaitu aspek geospasial, aspek on-farm, dan aspek off-farm. Penerapan prinsip dan keterpaduan tiga aspek besar tersebut akan menjadi pegangan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara kementerian/lembaga dan dituangkan secara geospasial.

Karena itu Arifin menegaskan bahwa masterplan mengenai Food Estatee akan segera selesaikan. Namun sampai saat ini, Kalimantan Tengah yang sudah lengkap prasyaratnya akan lebuh dahulu difinalkan Bappenas.

"Sementara untuk lokasi Food Estate yang lain, kami masih menunggu input dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan juga dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang,” demikian Arifin Rudiyanto menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya