Berita

Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga/Repro

Politik

Usulan Amandemen UUD 1945 Oleh DPD RI Jangan Sampai Disusupi Penumpang Gelap

SELASA, 25 MEI 2021 | 23:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

DPD RI mendorong adanya amandemen kelima pada konstitusi UUD NRI 1945 dalam hal pengajuan calon presiden.

Usulan yang disampaikan Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi adalah supaya presidential threshold dihapus. Selain itu, DPD RI nantinya dapat mengajukan calon presiden.

Terkait usulan itu, pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga mengatakan, DPD RI harus berhati-hati dalam mengusulkan dan merancang amandemen UUD 1945.


Pasalnya, kata dia, belakangan juga ramai isu amandemen. Tetapi, isu tersebut lebih mendorong bagaimana masa jabatan presiden dapat ditambah menjadi tiga periode.

"Saya berharap keinginan amandemen UUD 1945 hati-hati," ujar Jamaluddin dalam serial webinar Obrolan Bareng Bang Ruslan bertema "Buka Saja Keran Capres", Selasa (25/5).

"Jangan sampai masuk penumpang gelap yang juga memainkan permainannya untuk presiden tiga periode, itu harus kita jaga betul," imbuhnya.

Jamaluddin juga berharap kepada DPD RI, kalau harus amandemen, harus dipastikan hanya mengamandemen persoalan ambang batas pencalonan.

"Jangan sampai mengarah ke yang lebih jauh, itu mengerikan dan menciderai amanat reformasi," tandasnya.

Pada serial webinar itu juga, Fachrul menjelaskan, bahwa DPD memandang di dalam konstitusi UUD 1945 disebutkan yang boleh memilih presiden adalah partai politik yang ada melalui DPR dan utusan daerah.

Sedangkan, pada amandemen konstitusi keempat yang melahirkan DPD RI, lanjut Fachrul, suara utusan daerah dan golongan itu dihilangkan.

"Itu yang ingin kita perjuangkan, jadi harus dimasukkan jadi presiden itu jangan hanya diusulkan dari partai politik saja melalui DPR," cetusnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya