Berita

Pejabat di Dewan Hubungan Luar Negeri, yang juga mantan utusan khusus AS untuk negosiasi Israel-Palestina, Martin Indyk/Net

Dunia

Ragukan Gencatan Senjata, Diplomat Top: Tidak Ada Jaminan! Negosiasi Israel-Palestina Tetap Jadi Masalah

SABTU, 22 MEI 2021 | 12:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak masing-masing kubu telah menyepakati perjanjian damai Israel-Hamas dengan gencatan senjata yang dimulai sejak Jumat (21/5) pukul dua dini hari waktu setempat.

Setelah pengumuman itu, sorak sorai rakyat Gaza dan benyak orang di seluruh dunia terdengar memekikkan suka cita. Namun sejumlah pihak meragukan bahwa gencatan senjata benar-benar terlaksana.
Palestina, walau merasakan kegembiraan akan berakhirnya perang, memandang waspada kesepakatan damai itu. Menteri luar negeri Palestina, Riyad al-Maliki, bahkan mengatakan tidak ada jaminan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas terlaksana sepenuhnya.

Menurutnya gencatan senjata itu hanya datang dari pihak Israel.

Menurutnya gencatan senjata itu hanya datang dari pihak Israel.

“Tidak ada jaminan sama sekali, ya, tidak ada jaminan sama sekali. Sebab, Israel mencanangkan gencatan senjata itu sepihak. Bahwa mereka telah mengambil keputusan itu sendiri,” kata al-Maliki dalam sebuah wawancara eksklusif, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (22/5).

Sementara menurutnya, Mesir, Qatar dan PBB-lah yang memainkan peran penting dalam merundingkan gencatan senjata.

"Karena peran merekalah maka gencatan senjata ini tercapai dan kami mendapat persetujuan itu," kata al-Maliki.

Pejabat di Dewan Hubungan Luar Negeri, yang juga mantan utusan khusus AS untuk negosiasi Israel-Palestina, Martin Indyk, mengatakan pada Jumat (21/5) bahwa dia melihat sedikit ruang untuk kemajuan diplomatik setelah gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Menurutnya, Hamas dan Israel sesungguhnya dan masih sama-sama menentang (kesepakatan itu).

“Apakah ada potensi negosiasi antara Israel dan Otoritas Palestina? Ini tetap menjadi bagian dari masalah. Apakah kita pernah mengambil langkah ke arah itu? Kita sudah mencobanya. Saya sendiri terlibat dalam upaya terakhir di tahun 2014. Dan itu berakhir dengan kegagalan," katanya.

Upaya tersebut sebagian gagal karena Otoritas Palestina enggan membuat segala jenis konsesi dengan Israel yang dapat digambarkan sebagai pengkhianatan oleh Hamas.

Indyk mengatakan, pemuda Palestina, yang menjadi ujung tombak gerakan non-kekerasan untuk persamaan hak di Israel dan diperlakukan secara adil di bawah pendudukan di Tepi Barat, dapat memperoleh dukungan internasional.

"Tapi saya tidak melihat kepemimpinan Palestina berada di belakang itu," kata Indy.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya