Berita

Ilustrasi KPK/RMOL

Politik

Cacat Prosedur Dan Berpotensi Masalah Hukum, 75 Pegawai Tak Lolos TWK Lebih Baik Dikasih Pesangon

JUMAT, 21 MEI 2021 | 17:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Terjadi cacat prosedur jika 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap diloloskan.

Begitu yang disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam yang menilai bahwa 75 pegawai yang tidak lolos seleksi saat ini sudah harap-harap cemas.

Dikatakan Saiful meski Presiden Jokowi sampai turun tangan menyikapi tidak lolosnya 75 pegawai KPK menjalani TWK, pimpinan KPK justru akan mengalami dilema dalam mengambil langkah yang sesuai dengan keinginan orang nomor satu di Indonesia itu.


"Karena keinginan Presiden justru bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan adanya TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/5).

Menurut Saiful, jika pimpinan KPK bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Menpan RB serta kementerian dan lembaga lainnya tetap meloloskan 75 pegawai yang tidak lolos tersebut, maka terjadi cacat prosedur.

"Jelas-jelas tindakan tersebut (meloloskan) cacat prosedur dan substansi yang sewaktu-waktu apabila berhubungan dengan 75 pegawai yang tak lolos TWK tersebut menjalankan tugas dan wewenangnya, maka dengan mudah dipersoalkan menurut hukum," kata Saiful.

Untuk itu menurut Saiful, langkah yang terbaik KPK bersama Kementerian dan lembaga terkait harus tetap sesuai prosedur dan substansi dalam pelaksanaan TWK.

"Sebaiknya kasih pesangon saja, beres sudah urusan, tidak perlu memperjuangkan hal-hal yang tidak penting yang justru akan berpotensi munculnya problem hukum di kemudian hari," pungkas Saiful.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya