Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) saat menerima kunjungan Komandan Sekolah Staf Komando TNI AL (Seskoal) Laksamana Muda Tunggul Suropati, dan jajarannya di Gedung Nusantara 3 DPR, Rabu (19/5)/Net

Politik

KNPI Dukung Puan Maharani Yang Ingin Indonesia Segera Bangun Kekuatan Maritim

JUMAT, 21 MEI 2021 | 15:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keinginan Ketua DPR RI Puan Maharani agar Indonesia segera membangun dan mengembangkan kekuatan maritim sehingga pada saatnya bisa menjadi poros maritim dunia, mendapat dukungan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Ketua DPP KNPI Varhan Abdul Azis menilai keinginan Puan agar potensi maritim Indonesia dibangun menjadi kekuatan dan keberdayaan merupakan cermin pemahaman tentang potensi ekonomi biru atau blue economy yang dimiliki Indonesia.

“Indonesia adalah negara yang dilimpahi kekayaan laut yang sangat besar, baik di atas, di dalam laut, maupun di dasar lautan,” kata Varhan kepada wartawan, Jumat (21/5).


Varhan lantas menukil data estimasi Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun lalu. Khususnya tentang keberadaan sebelas sektor ekonomi kelautan, yang jika dijalankan dengan baik akan mendongkrak perekonomian nasional.

Sebelas sektor kelautan itu adalah perikanan tangkap, budidaya, industri pengolahan, bioteknologi kelautan, energi dan sumber daya mineral, wisata bahari, transportasi, jasa maritim, dan coastal forestry.

“Data menyatakan, total potensi ekonomi 11 sektor kelautan Indonesia itu mencapai 1,338 triliun dolar AS per tahun,” urainya.

Singkatnya, Varhan ingin mengatakan bahwa visi Puan Maharani bukan sebatas mimpi di siang bolong, melainkan ada potensi nyata demi perbaikan Indonesia.

“Potensi itu nyata, real,” tegasnya.

Artinya, jika Indonesia mampu memaksimalkan potensi tersebut menjadi kekuatan aktual, Indonesia sangat berpeluang menjadi salah satu poros maritim dunia, dan kembali kepada kejayaan kelautan sebagaimana pernah dirasakan nusantara di zaman kebesaran kerajaan maritim Sriwijaya pada abad ke-9.

Ketua DPR Puan Maharani mendesak Indonesia untuk membangun dan mengembangkan kekuatan maritim agar pada saatnya bisa menjadi poros maritim dunia.

Indonesia tidak boleh terlambat untuk membangun armada militer laut yang tangguh, seiring pembangunan armada perdagangan, penangkapan ikan, pelabuhan dan aneka fasilitas kelautan lainnya.

"Untuk itu, penguatan TNI AL sebagai komponen utama kekuatan maritim Indonesia harus dilakukan," kata Puan, usai menerima kunjungan Komandan Sekolah Staf Komando TNI AL (Seskoal) Laksamana Muda Tunggul Suropati di kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (19/5). 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya