Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Peneliti China Temukan Empat Mutasi Baru Virus Flu Babi Afrika

RABU, 19 MEI 2021 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim peneliti dari Akademi Ilmu Pertanian China telah menemukan mutasi alami pada virus genotipe II African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika yang muncul di beberapa provinsi di China. Namun, strain virus ASF tersebut menunjukkan tingkat kematian yang rendah.

Studi yang dilakukan oleh laboratorium ASF dari Institut Penelitian Hewan Harbin di Provinsi Heilongjiang China Timur Laut, menemukan bahwa setidaknya ada empat varian alami ASF genotipe II dengan tingkat kematian yang rendah.

Manifestasi klinis dari varian tersebut relatif tersembunyi, dan kemungkinan telah lazim di antara babi di lapangan, menyebabkan infeksi persisten, perjalanan penyakit kronis dan bahkan kematian, menurut temuan tersebut.


“Manifestasi terselubung dari varian tersebut akan meningkatkan kesulitan diagnosis dini ASF dan membawa tantangan pada pencegahan dan pengendalian penyakit di China, jadi perhatian besar harus diberikan padanya dan tindakan pencegahan harus dirumuskan dan diadopsi segera," kata Zhao Dongming, seorang peneliti di institute tersebut, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (18/5).

Studi ini dipublikasikan di Science China Life Sciences, jurnal akademis China untuk ilmu kehidupan.

Wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan mengatakan, ASF biasa terjadi di China dan terjadi hampir setiap tahun di negara itu. Dia juga  mencatat bahwa ASF biasanya memiliki tingkat kematian yang tinggi untuk babi.

Sedikitnya 24 genotipe virus ASF telah diidentifikasi di seluruh dunia, dan yang paling lazim di Asia adalah genotipe II.

Hingga saat ini para ahli belum menemukan vaksin komersial atau pengobatan efektif untuk ASF. Diagnosis dini dan pemusnahan babi yang terinfeksi adalah langkah utama yang digunakan untuk mengendalikan penyakit, yang membuat pemantauan epidemiologi dan studi variasi genom dari strain epidemi menjadi sangat penting, kata pernyataan dari lembaga penelitian veteriner.

Tim peneliti melakukan pengawasan sistematis terhadap virus ASF di beberapa provinsi dan wilayah China dari Juni hingga Desember 2020, mengisolasi 22 strain epidemi ASF genotipe II.

Pada 2019, 63 kasus ASF dilaporkan di seluruh negeri dengan 390.000 babi dimusnahkan, menurut statistik Kementerian Pertanian dan Pedesaan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya