Berita

Gedung-gedung yang jadi sasaran pemboman di Gaza/Net

Dunia

Geram Lihat Tanggapan AS Soal Konflik Di Gaza, China: Komunitas Internasional Kecewa Dengan Amerika!

RABU, 19 MEI 2021 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China kembali mendesak Amerika Serikat untuk ikut bertanggung jawab atas konflik Palestina-Israel dan mendukung Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk memainkan perannya dalam mempromosikan perdamaian di Jalur Gaza.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan bahwa selama pertemuan terbuka darurat pada hari Minggu, mayoritas anggota DK PBB menyerukan gencatan senjata segera dan mencegah krisis besar-besaran untuk melindungi warga sipil dan memajukan perdamaian Israel-Palestina.

"Namun, alih-alih secara aktif mencegah konflik Palestina-Israel, Amerika Serikat bersiap untuk menambahkan bahan bakar ke dalam api," kata Zhao, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (18/5).


Zhao juga menambahkan bahwa Amerika Serikat telah jatuh ke dalam isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di DK PBB dan sepenuhnya berdiri di sisi yang berlawanan dengan hati nurani dan moralitas manusia.

"Komunitas internasional sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan Amerika Serikat dalam konflik Palestina-Israel," kata juru bicara itu.

Dia juga kembali mempertanyakan sikap lantang AS yang biasa mereka tunjukkan jika berbicara soal kepedulian terhadap hak asasi manusia.

"Mengapa Amerika Serikat tidak memperhatikan hak asasi rakyat Palestina ketika berbicara tentang membela hak asasi umat Islam?," kata Zhao.

"Amerika Serikat hanya peduli pada kepentingannya sendiri; mungkin hanya menggunakan hak asasi manusia sebagai kedok. Dewan Keamanan tidak dapat mengambil tindakan terhadap konflik Palestina-Israel karena oposisi AS. Inikah yang disebut oleh Amerika Serikat. tatanan internasional berbasis aturan?" tambah Zhao.

Amerika Serikat harus memikul tanggung jawabnya atas kehilangan nyawa sipil yang semakin meningkat. Mengambil posisi yang adil dan bergabung dengan mayoritas komunitas internasional dalam mendukung Dewan Keamanan dalam menjalankan peran yang semestinya untuk meredakan situasi, menurut Zhao.

Pernyataan China datang sebagai buntut dari keputusan AS yang untuk ketiga kalinya memblokir upaya DK PBB untuk mengeluarkan resolusi bersama yang mengutuk eskalasi kekerasan konflik Palestina-Israel.

Ini juga sebagai reaksi atas sikap pemerintahan Biden yang memberi lampu hijau pada penjualan senjata berpemandu presisi senilai 735 juta dolar AS ke Israel.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya