Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani/Net

Politik

Saran Komisi III, 75 Pegawai KPK Gagal TWK Dikarantina Di Lemhannas

SELASA, 18 MEI 2021 | 12:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk memberikan pendidikan wawasan kebangsaan kepada pegawainya. Khususnya, kepada 75 pegawai yang  tidak memenuhi syarat (TMS) pada tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam proses alih fungsi pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Saran ini disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (18/5).

"Yang harus dilakukan pimpinan KPK adalah menyusun sebuah program bekerjasama dengan Lemhannas agar mereka yang TMS menjadi MS," ujar Arsul.


"Karena kalau kita bicara wawasan kebangsaan itu biar Lemhannas jadi leading sector,” imbuh legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Soal teknisnya, Arsul berharap KPK segera berkomunikasi dengan Lemhannas. Termasuk apakah mereka yang tidak lolos TWK akan dikarantina di Lemhannas agar memiliki wawasan kebangsaan yang diinginkan.

"Apakah programnya itu sekian hari, kemudian mereka meninggalkan tugas dulu, atau misalnya di akhir pekan, itu dibicarakan," katanya.

Menurutnya, karantina di Lemhannas untuk pendidikan wawasan kebangsaan adalah hal yang wajar. Bahkan, dia mengaku juga melewati masa karantina pendidikan di Lemhannas saat pertama kali menjadi anggota DPR.

"Kan dulu saya pertama kali jadi anggota DPR kan tiga minggu di Lemhannas, kemarin (pasca Pemilu 2019) lima hari di Lemhannas," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya