Berita

Spanduk imbauan pemudik harus lampirkan swab antigen di Tangerang Selatan/RMOLBanten

Nusantara

Tak Cuma Jakarta, Spanduk Larangan Pemudik Tanpa Swab Juga Bertebaran Di Tangsel

MINGGU, 16 MEI 2021 | 19:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Spanduk bertuliskan imbauan kepada pemudik untuk melaksanakan swab antigen Covid-19 bertebaran di wilayah Tangerang Selatan.

Sama halnya dengan yang ada di Jakarta, beragam spanduk juga terpampang di tepi jalan Tangerang Selatan. Seperti di Pamulang, Tangsel, terdapat spanduk bertuliskan "Yang habis mudik wajib swab antigen dan isolasi mandiri,".

Kemudian di Ciputat, warga juga membentangkan spanduk dengan tulisan "Kami warga menolak pemudik kembali tanpa swab antigen,".


Ketua RW 09 Ciputat, Cecep Supriatna mengatakan, tujuan dibentangkan spanduk tersebut untuk mencegah adanya sebaran Covid-19 yang dibawa oleh pemudik. Imbauan dalam spanduk tersebut juga dejalan dengan arahan pemerintah, bahwa pemudik wajib membawa surat bebas Covid-19 dan isolasi mandiri.

"Pemudik wajib isolasi selama 5x24 jam, di tingkat RT maupun RW tentunya mengikuti regulasi pemerintah pusat. Bagi warga yang pulang dari kampung kembali ke Jakarta wajib mengikuti aturan tersebut, serta wajib juga memeriksakan dirinya beserta keluarganya untuk mengikuti rapid tes atau swab antigen, sehingga dapat diketahui kondisi mereka," papar Cecep diberitakan Kantor Berita RMOLBanten, Minggu (16/5).

Cecep berharap, masyarakat bisa mematuhi regulasi yang dibuat oleh pemerintah.

"Kita berharap bagi masyarakat yang pulang mudik mematuhi regulasi tersebut guna mengantisipasi dan mencegah penularan virus Corona atau Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengapresiasi langkah warga yang membantu pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Keinginan masyarakat tersebut sangat positif, mencerminkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan," kata Benyamin.

Pemerintah yang sudah membuat kebijakan larangan mudik dan dilanggar, tentunya harus mentaati regulasi dan mengikuti kehendak masyarakat.

"Mudik sudah dilarang sejak awal oleh pemerintah, dan mereka yang tetap mudik sekarang harus mengikuti kehendak warga setempat yang ingin lingkungannya sehat," tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya