Berita

Pawai kemenangan PSMS Medan ketika tiba di Medan usai menjuarai Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1967 yang merupakan gelar pertama yang diraih PSMS sejak berdiri pada 1950/Repro

Sepak Bola

Punya DNA Polri, Ini Momen Saat PSMS Juara Dan Dijamu Kapolri

MINGGU, 16 MEI 2021 | 03:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Klub sepak bola kebanggaan Sumatera Utara, PSMS Medan menjadi salah satu klub dengan sejarah panjang di Indonesia.

Klub yang kini bermarkas di Kebun Bunga, Medan, ini sempat merasakan manisnya menjadi kampiun di era Divisi Utama Perserikatan PSSI tahun 1967.

Keberhasilan PSMS Medan menjadi Juara Kejurnas PSSI/Divisi Utama Perserikatan PSSI untuk pertama kali pada 1967 disambut dengan penuh sukacita oleh pendukungnya, baik yang berada di Sumatera Utara maupun yang berada di Jakarta.


Sejak berdiri pada 1950 baru, itulah PSMS meraih mahkota Juara setelah sebelumnya meraih runner up pada 1954 dan 1957.

Setelah menjadi juara, para pemain dan ofisial PSMS tidak langsung pulang ke Medan tapi dijamu dan diberi penghormatan oleh warga Sumut yang di Jakarta.

Perkumpulan warga Sumut yang di Jakarta termasuk yang memberikan penghormatan dengan mengadakan acara syukuran bersama yang diisi atraksi budaya asal Sumut disertai jamuan makan.

Pemerhati PSMS Medan, Indra Effendi Rangkuti, kepada Kantor Berita RMOLSumut mengatakan, pada masa itu selain para perantau asal Sumut, kalangan pejabat yang berasal maupun yang tidak berasal dari Sumut juga turut menjamu.

KSAD Jenderal TNI M Panggabean mengundang seluruh skuat dan ofisial PSMS ke rumahnya di Jl Teuku Umar Jakarta. Beliau sebagai putra daerah merasa bangga dengan prestasi PSMS yang telah mengangkat nama Medan dan Sumut di tingkat Nasional.

Sedangkan pejabat yang tidak berasal dari Sumut dan tidak memiliki hubungan pribadi dengan PSMS Medan juga menjamu dan memberikan penghormatan.

Dia adalah Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian RI (Kapolri) yaitu Jenderal Soetjipto Joedodihardjo. Cukup unik sambutan dari Kapolri ini mengingat beliau bukan orang Medan dan Sumut serta dalam riwayat jabatannya tidak pernah bertugas di Sumut.

"Ternyata pihak Polri memiliki hubungan batin yang kuat dengan PSMS karena salah satu klub pendiri PSMS adalah PO Polisi (POP). Jadi bagi Polri waktu itu PSMS adalah bagian dari keluarga besar Polri. Ditambah lagi pada masa itu ada beberapa perwira Polri yang menjadi pengurus PSMS," tutur Indra, Sabtu (15/5).

Bahkan pelatih PSMS sendiri yang juga legenda PSMS Jusuf Siregar dan Ramli Yatim adalah perwira Polri. Selain itu juga menantu Jenderal Soetjipto adalah seorang dokter di PSSI dan punya hubungan baik dengan beberapa pemain pelatih dan pengurus PSMS.

"Itulah rasa bangga dan bahagia yang dirasakan warga Sumatera Utara khususnya Kota Medan ketika PSMS juara Kejurnas PSSI 1967," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya