Berita

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts/Persib

Sepak Bola

Wacana Liga 1 Tanpa Degradasi, Ini Pandangan Pelatih Persib

SELASA, 11 MEI 2021 | 17:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sepak bola Indonesia seolah tak pernah lepas dari kontroversi. Terkini, muncul wacana Liga 1 musim 2021 tak terapkan sistem degradasi.

Sejumlah klub sudah menyatakan penolakan wacana tersebut, beberapa malah mendukung. Sementara sisanya belum menyatakan sikap.

Sebagai salah satu klub yang menolak wacana tanpa degradasi, pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menyatakan pandangan yang sama dengan manajemen.


"Di Liga manapun di dunia ini dan di situasi normal apapun pasti mengikuti FIFA, begitu juga dengan PSSI yang berada di bawah FIFA, maka harus ada degradasi. Jika tidak, akan muncul sistem yang berbeda dan bisa menghilangkan integritas juga sikap sportif," terang Robert, dikutip laman resmi klub, Selasa (11/5).

Pelatih asal Belanda ini mendukung penuh kebijakan manajemen Persib bahwa setiap Liga di mana pun itu harus ada degradasi.

"Tapi poin utamanya adalah hingga saat ini, kami pun masih belum tahu kepastian penyelenggaraan Liga dan bagaimana formatnya," tambahnya.

Usulan kompetisi Liga 1 tanpa degradasi disebut-sebut datang dari sejumlah klub peserta yang diajukan kepada PSSI dan PT LIB selaku otoritas kompetisi.

Alasan peniadaan degradasi ini dikaitkan dengan situasi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda Indonesia. Sehingga banyak klub yang terdampak secara finansial.

Selain Persib, klub lain yang menolak sistem tanpa degradasi adalah Persipura Jayapura, Madura United, dan Borneo FC. Sementara klub yang mendukung antara lain Arema FC, PSM Makassar, Barito Putra, Persik Kediri, dan Persiraja Banda Aceh.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya