Berita

Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella/Net

Politik

Rio Capella: Banyak Barang Sitaan KPK Di Era Samad Tidak Jelas

SELASA, 11 MEI 2021 | 08:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kritik pedas disampaikan mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat dipimpin Abraham Samad.

Kritik tersebut disampaikan dalam video berjudul “RIO CAPELLA BONGKAR SISI GELAP KPK (Part 1)” yang diunggah di akun YouTube RKN Media, Senin (10/5).

Salah satu yang dikritik Rio Capella adalah barang sitaan KPK di era Samad. Dia menilai barang yang disita KPK tidak jelas juntrungannya saat itu.


“Banyak barang sitaan di KPK dari dulu tidak jelas, terbongkarnya ketika ada usulan membentuk UU Kode Etik,” tuturnya.

Rio Capella mencontohkan mobil mewah Porsche milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang masih berkeliaran di jalan raya, meski katanya sudah disita KPK.

“Porsche Wawan, adik Atut, jalan di jalan raya,” contohnya.

Selain itu, dia menekankan bahwa lelang barang sitaan KPK juga tidak jelas waktunya karena tidak ada yang tahu. Rio Capella menyebut bahwa pengumuman lelang dipasang di dalam ruangan di kantor KPK yang berdekatan dengan ruangan penyidik.

Hal itu diketahui saat dirinya menjalani pemeriksaan di KPK.

“Di lelang tanah 2 hektare di Sukabumi, pemiliknya adalah Luthfi, Ketua PKS. Siapa yang baca? Penyidik, nggak mungkin orang bisa masuk ke akses lantai 2 lantai 5, itu ruang pemeriksaan,” ujarnya.

“Jadi kerjaan saya 6 bulan di KPK, saya amati ini bagaimana dia kasih pengumuman hanya untuk kalangan dia sendiri. Ini yang beli antar mereka atau irang yang mereka cari-cari, ‘beli tuh murah’,” sambung Rio Capella.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya