Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengikuti proses shooting sinetron "Amanah Wali" season 5, di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (8/5/2021)/Ist

Politik

Beradu Akting Di Sinetron "Amanah Wali", LaNyalla Minta Pemerintah Perhatikan Pekerja Sektor Perfilman

SABTU, 08 MEI 2021 | 21:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyatakan siap mendukung dunia perfilman Indonesia. Menurutnya, industri perfilman sebagai sektor seni budaya harus terus mendapat perhatian dari negara.

Dukungan nyata LaNyalla diperlihatkan dengan keterlibatannya dalam sinetron "Amanah Wali" season 5, yang diproduksi oleh MNC Pictures. Ketua senator asal Jawa Timur itu menjadi cameo untuk episode 36 yang tayang, Minggu (9/5), pukul 02.30 WIB di Indonesia.

"Saya secara khusus menaruh perhatian pada perfilman Indonesia, terutama karena pandemi virus Covid-19, industri film kita menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak," ujjar LaNyalla, Sabtu (8/5).


Ditambahkannya, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pembatasan di dunia perfilman Tanah Air. Pembatasan tersebut seperti ditutupnya bioskop, hingga penghentian produksi perfilman Indonesia di awal pandemi tahun lalu.

Perfilman Indonesia yang mati suri, menyebabkan para pekerjanya kehilangan mata pencaharian. Pelaku industri film pun akhirnya banyak yang banting setir.

"Karena 90 persen pendapatan film berasal dari penjualan tiket bioskop. Kemudian juga proses produksi film, termasuk film di TV seperti sinetron, banyak dikerjakan teman-teman yang berstatus freelance. Ketika produksi berhenti, maka pemasukan mereka pastinya terdampak," papar LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib pekerja ekonomi kreatif, termasuk di sektor perfilman ini. Baik itu pekerja film layar lebar, pertelevisian, dokumenter, hingga industri periklanan.

"Dan para pekerja perfilman ini kan bukan cuma yang ada di pusat saja. Banyak juga industri perfilman daerah dengan SDM lokal yang perlu kita selamatkan. Maka DPD RI punya peran karena urusan seni ini kan ada dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.

Untuk itu, LaNyalla mengatakan siap mengutus Komite III DPD RI yang membidangi urusan seni budaya serta ekonomi kreatif untuk mengawal peningkatan kesejahteraan para pelaku industri film.

"Kami juga berharap teman-teman di DPR melalui Komisi X agar kita bersama-sama menyampaikan aspirasi pekerja perfilman dalam negeri ke pemerintah. Perlu kerja sama yang solid untuk membantu berbagai kalangan yang terimbas besar akibat pandemi," jelas LaNyalla.

Kalangan pekerja film Indonesia ramai-ramai mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah memberikan bantuan untuk mereka. Dalam surat yang mengatasnamakan Insan Film Indonesia (IFI), pekerja film mendapat bantuan paket stimulus, subsidi, serta perlindungan hukum dan kesehatan selama pandemi.

Sementara itu, sutradara sinetron Amanah Wali, Yogie Yosse menyampaikan terima kasih kepada LaNyalla yang bersedia menjadi bintang tamu. Kehadiran LaNyalla di sinetron Amanah Wali disebut menjadi angin segar bagi para insan perfilman.

"Sedikit sekali pejabat yang menunjukkan kepedulian terhadap perfilman Indonesia, yang sebenarnya sangat terdampak akibat pandemi Covid. Semoga bisa membangkitkan semangat teman-teman pekerja film," katanya.

Yogie berharap agar pejabat-pejabat negara yang lain bisa menunjukkan kepedulian yang sama. Dia berharap agar negara tidak menganaktirikan sektor perfilman.

"Kalau bisa pejabat-pejabat lain seperti Pak LaNyalla karena selama ini kami kurang dihargai. Semua sibuk dengan sektor pariwisata dan UMKM, tapi lupa dengan sektor perfilman. Padahal coba bayangkan saja, 1 judul film itu bisa hampir 200 kru dengan pemainnya. Kalau masing-masing punya anak 2 dengan 1 istri, sudah berapa orang yang ditanggung hanya untuk 1 produksi saja," urainya.

Dalam sinetron Amanah Wali, LaNyalla beradu akting dengan personel Band Wali yang merupakan pemeran utama dalam serial tersebut. Mereka adalah Apoy, Faank,Tomie, dan Ovie.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya