Berita

Dari kiri ke kanan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, ekonom senior DR. Rizal Ramli/RMOL

Politik

Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, Dan La Nyalla Bertemu, Apakah Ini Akan Jadi Poros Baru

SABTU, 08 MEI 2021 | 00:24 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ke Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari Kamis kemarin (6/5) dibaca sementara kalangan sebagai bukan kunjungan biasa.

Keduanya pernah bertarung di arena pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Dalam pertarungan itu, AHY dan pasangannya, Sylviana Murni yang sekarang menjadi anggota DPD RI mewakili Jakarta, kalah di putaran pertama.

Sementara Anies Baswedan dan pasangannya, Sandiaga Uno yang sekarang adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melaju ke putaran kedua menghadapi petahana kala itu, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Sjaiful Hidayat.


Di putaran kedua, hampir semua pendukung AHY-Sylvi memberikan suara kepada pasangan Anies-Sandi sehingga perolehan suara pasangan ini melejit dari 39.95 persen di putaran pertama menjadi 57,96 persen di putaran kedua.

Adapun suara Ahok yang kini adalah Komisaris Utama PT Pertamina dan Djarot yang kini adalah anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, nyaris stagnan di 42 persen.

Hadapi Poros Batutulis-2

Selain berbau nostalgia, mau tidak mau pertemuan AHY dan Anies di selatan Monas itu sekaligus membuka pembicaraan mengenai kehadiran poros baru yang akan bertanding di bursa Pilpres 2024 menghadapi poros Batutulis-2 yang sudah sejak beberapa waktu lalu kerap disebut-sebut.

Poros Batutulis-2 ini terdiri dari Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, dan Puan Maharani yang adalah salah seorang Ketua PDI Perjuangan dan juga Ketua DPR RI.

Disebut poros Batutulis-2 karena ia kabarnya adalah kelanjutan dari kesepakatan Batutulis yang pernah ada antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto ketika keduanya berpasangan di Pilpres 2009.

Kesepakatan Batutulis yang ditandatangani tanggal 16 Mei 2009 itu terdiri dari tujuh butir, dan di butir terakhir dengan jelas disebutkan bahwa Megawati Soekarnoputri akan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

Tetapi Megawati ingkar. Butir ketujuh ini tidak dilaksanakannya. Pada Pilpres 2014, Megawati dan PDIP mendukung Joko Widodo, begitu juga pada Pilpres 2019. Di kedua pilpres itu Joko Widodo berhasil mengalahkan Prabowo Subianto dengan perbedaan suara signifikan.

Seusai Pilpres 2019, Megawati dan Prabowo sepakat untuk menormalisasi hubungan mereka yang sempat tak harmonis untuk waktu cukup lama. Normalisasi itu terjadi persis sebelum Prabowo menerima lamaran Jokowi untuk membantunya di Kabinet Indonesia Maju.

Konon dalam pembicaraan di Jalan Teuku Umar pada tanggal 24 Juli 2019 itu sempat dibicarakan, atau setidaknya ada isyarat untuk, menghidupkan kembali kesepakatan Batutulis.

Bedanya, dalam kesepakatan kali ini, Megawati menyorongkan nama putrinya, Puan Maharani, sebagai calon wakil presiden, dengan berbagai  pertimbangan, terutama terkait regenerasi di tubuh PDIP.

Poros Serpong?

Sehari setelah pertemuan Anies Baswedan dan AHY, publik kembali dikejutkan dengan pertemuan tiga tokoh pada Jumat malam (7/5) di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong. Ketiganya adalah ekonom senior DR. Rizal Ramli, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.

Gatot Nurmantyo adalah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi pada 17 Agustus 2020 lalu. Namun belakangan, setelah sejumlah aktivis KAMI ditangkap dengan berbagai tuduhan, Gatot Nurmantyo seperti mengurangi intensitasnya untuk muncul di hadapan publik.

Tidak seperti Gatot Nurmantyo, La Nyalla Mattalitti justru sedang sangat bersemangat memperkenalkan dirinya sebagai salah seorang penantang di bursa pemilihan presiden.

Kubu pendukung La Nyalla, beberapa waktu belakangan ini dengan sangat aktif memproduksi poster yang menggambarkan keinginan La Nyalla tampil dalam Pilpres 2024. Juga merilis video-video singkat yang memperlihatkan dukungan akar rumput untuk La Nyalla.

Adapun Rizal Ramli bergerak dengan dinamika yang relatif stabil. Ia tak pernah berhenti atau surut sedikitpun menyampaikan kritik-kritik membangun terhadap tim ekonomi pemerintah yang dirasa terlalu berpihak pada kepentingan asing, dan tidak memberikan perlindungan yang cukup kepada rakyat banyak.

Ketergantungan pada strategi utang ugal-ugalan yang ditampakkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu sasaran kritik Rizal Ramli, di samping praktik politik oligarki dan koncoisme yang tengah populer di kalangan elit penguasa baik di pusat maupun daerah.

Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi yang juga hadir dalam pertemuan mengatakan, nilai penting dari pertemuan Serpong itu adalah bersatunya semua kekuatan oposisi sebagai energi yang dibutuhkan untuk mengkoreksi perjalanan bangsa yang banyak melenceng.

Selain Rizal Ramli, Gatot Nurmantyo, dan La Nyalla, juga Adhie Massardi, tokoh lain yang hadir adalah Ketua Umum Partai Masyumi Baru  Ahmad Yani, politisi Partai Ummat MS Kaban, mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Said Didu, dan Natalius Pigai.

“Pertemuan Serpong ini lebih memberikan harapan agar terjadi perubahan ke arah perbaikan,” demikian Adhie Massardi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya