Berita

Peternak ayam/Net

Bisnis

Paguyuban Peternak Rakyat Tuntut Kementan Tidak Berpihak Kepada Integrator Raksasa Perunggasan

SELASA, 04 MEI 2021 | 20:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sengkarut persoalan unggas yang tidak kunjung usai, dituntut puluhan peternak unggas yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN), agar bisa diselesaikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan)

Permintaan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa di Komplek Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut adalah bentuk kekecewaan peternak unggas rakyat terhadap Kementan yang tidak pernah memedulikan peternak rakyat. Sebab katanya, kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu membiarkan peternak rakyat bangkrut dan justru para integrator semakin jaya.


"Kami sangat kecewa karena Dirjen PKH tak menemui kami, kami sampaikan kepada Kementan, kami tak akan mundur untuk terus memperjuangkan nasib para peternak rakyat yang semakin terpuruk karena keberpihakan Kementan kepada para Integrator,” uajr Alvino dala keterangan tertulis kepada wartawan.

Alvino menjelaskan, harga sarana pokok produksi peternakan seperti pakan, DOC (Day Old Chicken) dan beberapa kebutuhan lainnya sangat tinggi. Disisi lain, harga jual ayam broiler dan telur cenderung murah. Sehingga, kondisi itu yang menyebabkan peternak rakyat mengalami kerugian yang sangat besar.

PPRN mencatat, sejak tahun 2018 hingga 2020 ribuan peternak mengalami kerugian dengan taksiran hingga Rp 5,4 triliun. Menurut Alvino, kebijakan di Kementan yang berpihak pada integrator raksasa perunggasan menjadi sebabnya.

Teranyar, Alvino bersama timnya menemukan fakta baru terkait kebijakan Kementan yang memangkas 20,5 juta ekor DOC Final Stocks dengan dalih menjaga kestabilan harga perunggasan. Bahkan, Kementan menargetkan memusnahkan 288 juta DOC tahun ini.

Alvino menuturkan, akibat dari itu akan terjadi kelangkaan DOC dan ratusan peternak unggas terancam tidak mendapatkan DOC. Kondisi peternak rakyat semakin tertekan, karena harga DOC dipastikan naik. Semenatar para integrator raksasa pasti memprioritaskan Internal Farm dan kemitraannya.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 32/2017 Tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, Alvino menyebutkan bahwa aturan itu mengamanatkan alokasi 50 persen DOC untuk peternak unggas mandiri.

"Saya menduga ada kongkalikong diantara mereka (Kementan dan Integrator), sehingga nasib kami para peternak diabaikan. kerugian yang kami alami sangat besar," ungkapnya.

"Banyak diantara kami yang sudah guling tikar, kami yang masih bertahan masih menunggu komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para peternak Mandiri," sambung Alvino.

Selain itu, para peternak rakyat baru-baru ini juga menghadapi gejolak kenaikan harga pakan ayam hingga 30 persen, yang diikuti dengan kenaikan harga ayam di bulan puasa.

“Saat nanti kami panen, harga sudah turun. Inilah akibatnya apabila Pemerintah membiarkan ‘mekanisme pasar’ yang menguasai ekosistem bisnis perunggasan. Kami peternak ayam rakyat yang merasakan dampak kerugian yang paling besar. Karena bukan kami yang menentukan mekanisme pasar perunggasan,” tandas Alvino.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya