Berita

Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Litbang Kompas: Elektablitas Prabowo Paling Tinggi, Disusul Anies Dan Ganjar, Mahfud Dan Gatot Paling Bawah

SELASA, 04 MEI 2021 | 13:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lembaga survei Litbang Kompas merilis survei terbaru April 2021, Selasa (4/5). Ada tiga nama tokoh dinilai yang layak menjadi presiden pada Pilpres 2024.

Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerindra menduduki posisi tertinggi dengan elektabilitas 16,4 persen, disusul Anies 10 persen, dan Ganjar 7,3 persen.


Urutan selanjutnya, Menparekraf Sandiaga Uno (3,7 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (3,4 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (3,3 persen), Basuki T. Purnama atau Ahok (3,1 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,4 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (2,1 persen), dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (2 persen).

Sementara itu, untuk responden yang tidak menjawab atau rahasia sebesar 21,4 persen.

Menariknya, nama Presiden Joko Widodo juga masih masuk dalam elektabilitas tertinggi di masyarakat dengan perolehan melebihi Prabowo yaitu 24 persen.

Namun, seperti diketahui bahwa Jokowi tidak akan mencalonkan diri dalam Pilpres 2024 karena UUD 1945 mengatur tentang jabatan presiden maksimal dua periode.

Oleh karena itu, survei Litbang Kompas kemudian berlanjut menelusuri jawaban responden pemilih Jokowi.

Pertanyaan pun diubah menjadi, jika ada pemilihan Presiden 2024, Jokowi tidak dapat mencalonkan diri, siapa calon presiden yang akan dipilih.

Hasilnya tetap sama, yaitu menempatkan tiga besar tokoh yang dipilih masyarakat, Prabowo (21 persen), Anies 12 persen, dan Ganjar (10 persen).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya