Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Pfizer Mendorong Upaya Persetujuan Vaksin Untuk India

SELASA, 04 MEI 2021 | 13:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan farmasi AS Pfizer mengatakan kesiapannya membantu India dalam pengadaan vaksin Covid-19, ketika negara itu tengah bergelut dengan pandemi yang mengerikan. Namun, ijin untuk mamasok vaksin itu ke India belum didapatkan.

Pfizer adalah perusahaan pertama yang mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksinnya di India akhir tahun lalu. Namun, ketika itu India tengah mengupayakan vaksin lokalnya, yang membuat Pfizer akhirnya mundur.

CEO Pfizer Albert Bourla pada Selasa (4/5) mengatakan pihaknya sedang melakukan negoisasi baru dengan pemerintah India mengenai ijin memasok vaksin, dan sebisa mungkin langkah itu dipercapat mengingat semakin hari kasus terus bertambah.


"Kami sedang mendiskusikan dengan pemerintah India jalur persetujuan yang dipercepat. Agar vaksin Pfizer-BioNTech kami siap digunakan untuk negara itu," Bourla dalam sebuah posting di Linkedin.

Pfizer mengatakan kepada pemerintah India bahwa tidak ada kekhawatiran atas keamanan vaksin COVID-19-nya. Perusahaan itu hanya akan memasok dosis vaksin melalui kontrak pemerintah.

Pihak India sendiri akhirnya akan mengupayakan langkah persetujuan vaksin dipercepat. Mereka meminta  perusahaan untuk melakukan uji coba domestik dalam waktu 30 hari setelah persetujuan.

"Aplikasi Pfizer untuk otorisasi penggunaan darurat didukung dengan data yang menunjukkan tingkat efektivitas 95 persen tanpa masalah keamanan," kata juru bicara perusahaan kepada Reuters.

Pada hari Sabtu, India mengatakan telah menerima 150.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia dan 'jutaan dosis' lagi akan tiba. 

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya