Berita

Ilustrasi satelit/Net

Jaya Suprana

Pembangunan Infrastruktur Antariksa

SELASA, 04 MEI 2021 | 09:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBAGAI warga Indonesia, saya tidak pernah setuju apalagi mendukung program OBOR yang digelorakan oleh Xi Yinping sebagai ungkapan semangat Republik Rakyat China secara Lebensraum menguasai planet bumi minimal dari daratan China sampai ke Eropa.

Program Antariksa


Namun sebagai warga planet bumi yang sedang menguatirkan nasib planet bumi yang terus-menerus dirusak oleh umat manusia dengan dalih pembangunan infra struktur, saya mengagumi program antariksa Republik Rakyat China yang sejak tahun 1992 telah menetapkan strategi perkembangan Tiga Tahap, yaitu mengantar manusia ke luar angkasa dan kembali ke bumi dengan selamat, menerobos sejumlah teknik penting seputar pembangunan stasiun antariksa serta membangun stasiun antariksa yang bermakna, dan menyelesaikan masalah penggunaan ruangan yang berskala relatif besar, dan dipelihara dalam jangka panjang.


Meskipun menghadapi hambatan, misi antariksa Tiongkok tak pernah berhenti, malah mencapai serangkaian prestasi yang menakjubkan seperti penjelajahan bulan, penjelajahan Mars, perakitan jaringan “Beidou” serta peluncuran sukses roket serial Long March.

Kali ini, Tiongkok telah mengayunkan langkah penting dalam misi pembangunan stasiun antariksa permanen, dan mempunyai arti penting bagi dunia.

Karena stasiun antariksa internasional yang sudah beroperasi selama puluhan tahun itu bakal pensiun selama jangka waktu tahun 2024-2028 mendatang, saat itu stasiun antariksa Tiongkok akan menjadi stasiun antariksa umat manusia satu-satunya di luar angkasa.

Planet Baru


Stasiun antariksa Tiongkok adalah yang pertama terbuka bagi semua negara anggota PBB . Stasiun antariksa Tiongkok tidak hanya terbuka untuk global dan sangat inklusif, obyek kerja samanya tidak hanya mencakup pemerintah dan organisasi internasional, tapi juga terbuka bagi lembaga swasta dan lembaga penelitian. Pola kerja samanya pun beraneka ragam.

Sejauh ini pekerjaan seleksi proyek uji coba sains antariksa gelombang pertama yang dilakukan di dalam stasiun antariksa Tiongkok sudah diselesaikan Tiongkok bersama PBB.

Sejumlah 9 proyek yang disponsori 17 negara dan 23 lembaga dengan sukses terpilih dan sedang dalam persiapan pelaksanaan. Kerja sama stasiun antariksa Tiongkok sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan negara-negara berkembang yang kekurangan teknologi dan dana, serta menyediakan peluang akses luar angkasa dan mengadakan berbagai uji coba praktek untuk mereka.

Hal tersebut akan membantu dunia melintasi kesenjangan perkembangan teknologi, dan membuat semua negara
secara adil berpartisipasi ke dalam penggunaan dan eksplorasi antariksa untuk tujuan damai.

Apabila segenap pemberitaan itu benar adanya, maka sebagai warga Indonesia, besar harapan saya bahwa para imuwan dirgantara dan antariksa Indonesia dapat berperan-serta dalam bekerja sama dengan Republik Rakyat China dalam penggunaan dan eksplorasi antariksa untuk tujuan damai demi pembangunan infra-struktur bagi permukiman masa depan bagi umat manusia di planet-planet lain di galaksi Bima-Sakti.

Dapat dianalogikan bahwa apa yang dilakukan oleh Christopher Columbus dalam upaya mencari benua baru untuk permukiman masyarakat Eropa kini dilakukan oleh Republik Rakyat China dalam upaya membangun infra struktur antariksa untuk membangun permukiman umat manusia di masa depan.

Insya Allah, jangan sampai dalam bersemangat memperluas wilayah kekuasaan akhirnya RRChina melakukan angkara murka yang sama saja dengan yang dilakukan oleh para pendatang dari Eropa ke Amerika. Atau Hitler dan Hirohito.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya