Berita

Athari Gauthi Ardi/Net

Politik

Athari: Meski Dilematis, Masyarakat Harus Dukung Larangan Mudik

SABTU, 01 MEI 2021 | 17:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masyarakat harus mendukung langkah pemerintah yang melarang mudik lebaran tahun ini walaupun dirasa dilematis.  

Dikatakan, anggota Komisi V DPR RI, Athari Gauthi Ardi, mudik jika tidak dilarang dikhawatirkan akan terjadi gelombang kedua yang lebih parah seperti di India saat ini.

"Meskipun delematis dan rasa sedih langkah pemerintah melarang mudik tahun ini karena kondisi pandemi Covid-19 perlu kita dukung. Ini demi untuk menghindari kondisi yang lebih buruk lagi," ujar Athari kepada wartawan, Sabtu (1/5).


Namun demikian, Athari yang juga Ketua Melenial PAN ini berharap agar para petugas di lapangan yang mengantisipasi masyarakat yang tetap nekat mudik untuk tetap bijak dan profesional.

"Yang paling penting juga perlu mendapat perhatian adalah jangan sampai ada petugas-petugas yang berlebihan sehingga malah membuat masyarakat tidak nyaman," ujarnya.

Athari menilai aturan pelarangan mudik ini saat ini seperti dua sisi mata pisau.

"Di satu sisi mudik itu tradisi bagi masyarakat kita sehingga kita tentu merasa sendih kalau tidak bertemu keluarga ataupun mudik di hari lebaran ini. Tetapi di sisi lain, Pak Presiden dan pemerintah tidak menginginkan lonjakan baru seperti yang terjadi di India," jelasnya.

Belum lagi, lanjut Athari, sudah ditemukan banyak pendatang dari India yang membawa virus yang sama. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan kalau sampai terjadi gelombang kedua Covid-19 di Indonesia.

"Makanya pemerintah mengimbau untuk tidak mudik dulu tahun ini agar tidak terjadi lonjakan baru. Dan demi kebaikan dan keselamatan kita semua maka pilihan yang terbaik yang perlu kita lakukan adalah mematuhi dengan tidak mudik tahun ini," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya