Berita

Jenazah korban Covid-19 berderet saat antrian di krematorium di Delhi begitu panjang/Net

Dunia

Kolkata India Dicengkeram Kesunyian Yang Menakutkan Saat Covid Kian Tinggi

SABTU, 01 MEI 2021 | 06:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kota Kolkata yang biasanya bising dan diwarnai dengan aktivitas politik, dalam seminggu ini terlihat sunyi. Jalan-jalan utama nampak lengang dan lebih banyak dilewati oleh ambulan yang meraung tergesa-gesa. Salah satu kota pelabuhan penting di India itu kini menderita dalam kesunyian yang menakutkan dengan pertanyaan, kapan tsunami Covid-19 ini berakhir?

India telah didera oleh krisis kesehatan yang luar biasa. Lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai lebih dari 300.000 kasus positif dan sekitar 3.000 kematian hanya dalam waktu 24 jam pada Rabu dan Kamis (28-29/4), telah mengubah ibu kota Benggala Barat itu menjadi kota yang mencekam.

Pada 2 Mei besok, Benggala Barat akan memulai penghitungan suara untuk pemilu Majelis yang baru saja selesai. Namun saat ini rakyat tidak lagi peduli siapa yang akan terpilih.


Dikutip dari The Hindu, rakyat mungkin tidak lagi bertanya, 'siapa yang akan berkuasa?' di kota itu seperti biasanya, tetapi 'bagaimana jika saya terkena Covid? Rumah sakit mana yang akan siap menampung saya?'

Rumah-rumah sakit sudah membludak dan tidak bisa menerima pasien lagi. Tempat tidur penuh. Lorong-lorong rumah sakit sudah sesak dengan pasien yang bergeletakan dalam kondisi mengenaskan.

Pasien dengan kondis paling gawat pun dirawat di dalam bajaj yang terparkir di dekat halaman rumah sakit, atau untuk mereka yang memiliki kendaraan, menjadikan kendaraannya sebagai 'ruang rawat' dengan tabung oksigen yang harus dicari sendiri.

Kondisi ini nampaknya akan terjadi hingga beberapa hari mendatang, mengingat jumlah pasien tidak sebanding dengan keberadaan tenaga medis dan tidak adanya pasokan obat-obatan.

“Saya tidak peduli siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya (di Benggala Barat). Bagi saya saat ini adalah bagaimana keluarga saya bisa pulih dan pandemi ini segera pergi. Ini sudah sangat menakutkan," ujar salah seorang warga yang awalnya adalah pendukung setia partai Kiri.

Setelah penyangkalan keberadaan Covid-19 yang begitu kuat beberapa waktu, kini masyarakat justru dicekam ketakutan, 'apakah saya berikutnya?'

Pasien usia lanjut lebih banyak mengisi ruang perawatan rumah sakit dalam waktu yang lama. Sementara untuk mereka yang membutuhkan layanan cepat tanggap menjadi cemas, kemana harus pergi?

Forum Dokter Benggala Barat (WBDF) telah memulai apa yang disebut layanan filantropi bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan, tanpa harus pergi ke rumah sakit dengan risiko semakin tertular. Sekumpulan dokter mencoba berbagi waktu di tengah kesibukan mereka untuk bisa bergiliran menawarkan dukungan telemedicine kepada pasien.

Mereka tidak peduli siapa yang akan menjadi penguasa, mereka hanya peduli rakyat harus segera diselamatkan, sekarang.

"Inilah saatnya mendirikan ruang perang di Swasthya Bhawan (kantor Kementerian Kesehatan Negara). Melayani setiap panggilan dan keluhan pasien dan mencoba memberikan solusinya, sebagai pertolongan pertama," ujar Koushik Chaki, sekretaris pendiri WBDF, seperti dikutip The Hindu, Jumat (30/4).

"Banyak organisasi telah melakukan hal seperti ini. Semuanya di bawah satu payung, semua tangan di atas kapal! Mereka yang memegang kekuasaan perlu bertindak dan bertindak cepat. Kami tidak bisa menunggu sampai 2 Mei (dimulai penghitungan suara),” kata Chaki.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya