Berita

Romo Syafii dan Bobby Nasution/Repro

Politik

Kritik Romo Syafii Disebut Demi Kepentingan Besan, Bobby Juga Harus Jelaskan Kenapa Plt Kadis Kesehatan Medan Bermarga Nasution

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 14:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

. Perseteruan antara Walikota Medan, Bobby Nasution, dengan anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii yang akrab disapa Romo Syafii, harus segera diselesaikan agar tidak menciptakan polemik berkepanjangan di masyarakat.

Hal ini diawali saat Bobby Nasution memecat Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, karena dianggap tidak dapat bekerja sesuai dengan ekspektasinya dalam mengatasi berbagai persoalan kesehatan, terutama masalah Covid-19.

Pemecatan ini menjadi ramai karena memicu pernyataan Romo Syafii yang menyindir Bobby sudah ketularan berbohong.


Sebab, Bobby menyebut pemecatan ini dilakukan setelah dirinya berulang kali meminta agar Edwin Effendi segera menuntaskan masalah Covid-19 di Kota Medan.

Hal yang menurut Romo Syafii sebenarnya tidak dilakukan Bobby dan masalah Covid-19 tidak relevan sebagai alasan pemecatan Edwin.

Bobby pun membalas dengan menyebut komentar tersebut muncul karena Romo Syafii memiliki hubungan kekeluargaan dengan Edwin Effendi, yakni besanan.

Menanggapi hal ini, pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, DR Emrus Sihombing mengatakan, komunikasi antara keduanya di ruang publik yang menyeret persoalan pemecatan kadis kesehatan ini ke ranah kepentingan kekeluargaan adalah hal yang tidak membangun.

Selaku pimpinan publik, seharusnya Bobby dan Romo Syafii seharusnya berbicara pada tataran fakta dan data objektif yang menjadi latar belakang kebijakan pemecatan tersebut.

"Sejatinya Romo harus menyampaikan fakta dan data tidak sekadar menyebut Bobby berbohong, karena berbohong bisa menimbulkan tidak nyaman orang yang dituduh," katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Jumat (30/4).

Sebaliknya, lanjut Emrus, Bobby juga harus menjelaskan proses yang membuatnya mengambil kebijakan pemecatan tersebut. Misalnya kelemahan dan kekurangan dari Kadis yang dipecat termasuk kriteria kerja yang diinginkannya.

"Level-level indikator ini akan mengarah pada satu ukuran nilai. Dan atas dasar itulah ada pemecatan. Itu akan lebih elegan daripada menyebut kritikan tersebut karena hubungan kekeluargaan Romo Syafii dengan Edwin Effendi," paparnya.

Balasan dari Bobby ini menurut Emrus juga bisa menjadi kilas balik untuk mengkritik mantu Presiden Joko Widodo iti yang pada faktanya mengangkat Wakil Direktur RSUD Pirngadi Syamsul Nasution sebagai Plt Kadis Kesehatan.

"Nasution juga Plt-nya. Nanti dibilang orang karena kekerabatan. Makanya ini juga harus dijelaskan oleh Bobby Nasution. Mengapa memilih Syamsul Nasution sebagai Plt. Menjelaskan rekam jejaknya, kinerjanya, yang menjadi pertimbangan objektif untuk mengangkatnya menjadi Plt. Supaya nanti jangan pula dikaitkan orang karena hubungan kekerabatan," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya