Berita

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua/Ist

Politik

Andal Di Perkotaan, Densus 88 Ditantang IPW Bersihkan Teroris Di Rimba Papua

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 10:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri ditantang menunjukkan kemampuan dan keandalan mereka, setelah pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB Papua sebagai gerakan teroris.

"Minimal sebulan setelah penetapan KKB sebagai gerakan teroris, Densus 88 bisa turun ke Papua untuk membersihkan aksi teroris Papua yang meresahkan masyarakat. Paling tidak melokalisir gerakan kelompok teror di sana," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, melalui keterangannya, Jumat (30/4), dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

IPW mengingatkan, teroris di Papua lebih bengis, lebih terlatih, lebih solid, dan lebih canggih persenjataannya ketimbang teroris di luar wilauah Papua.


Neta berpandangan, teroris Papua seakan telah menorehkan fenomena baru dalam sejarah terorisme, di mana seorang jenderal bisa terbunuh dalam serangan teroris.

IPW mencatat, gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, pada Minggu (25/4) menjadi sejarah pertama adanya seorang perwira tinggi TNI yang tewas dalam konflik di Papua.

Kasus tertembaknya Putu Danny ini juga menunjukkan bahwa teroris Papua sepertinya memiliki penembak jitu yang terlatih dengan senjata mumpuni.

Ulah bengis teroris Papua ini terlihat juga dalam pekan pertama April 2021. Dalam satu pekan itu teroris Papua sudah menewaskan warga dari berbagai kalangan. Mulai guru, siswa, hingga tukang ojek di Kabupaten Puncak.

Selain itu, teroris Papua juga merusak sekolah dan rumah-rumah warga. Bahkan KKB membakar rumah anggota DPRD di Kampung Beoga, Kabupaten Puncak.

Dari data yang diperoleh IPW, teroris Papua di Distrik Beoga, misalnya, memiliki 30 pucuk senjata api. Terdiri dari berbagai merek, mulai dari laras panjang hingga pistol genggam. Di antaranya SS1 hingga M16.

Teroris Papua juga terlihat cukup solid dan terafiliasi hanya pada satu kelompok, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kondisi ini berbeda dengan teroris non-Papua yang terdiri dari lima kelompok. Yakni Negara Islam Indonesia (NII) yang berkembang sejak pasca kemerdekaan Indonesia, Jamaah Islamiyah (JI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

Sejak Januari hingga Maret, Densus 88 Antiteror sudah berhasil menangkap 94 terduga teroris non-Papua.

Tentunya, setelah pemerintah menetapkan KKB sebagai teroris Papua, publik menunggu gebrakan operasi pencegahan dan penindakan terorisme oleh Densus 88 di Bumi Cenderawasih.

Publik menunggu mampukah Densus 88 menaklukan gunung dan rimba raya tempat persembunyian teroris Papua.

Sebab, selama ini Densus 88 sudah berhasil menjinakan teroris non-Papua yang bersembunyi di rumah-rumah kontrakan padat penduduk di perkotaan.

"Medan tempur baru menunggu Densus 88 di Papua," demikian Neta.

Pemerintah telah resmi melabeli kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, pemberian label teroris itu lantaran munculnya sejumlah aksi teror di Papua sejak awal April 2021.

"Sejalan dengan itu semua, maka pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif, dikategorikan sebagai teroris. Menyatakan melakukan pembunuhan, dan kekerasan secara brutal itu secara masif," ujar Mahfud MD melalui konferensi pers daring, Kamis (29/4).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya