Berita

Inggris jatuhkan sanksi Anti-Korupsi Global/Net

Dunia

Inggris Jatuhkan Sanksi Anti-Korupsi Untuk 22 Individu, Mayoritas Warga Rusia

SELASA, 27 APRIL 2021 | 10:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris menjatuhkan sanksi kepada 22 individu dari Rusia, Afrika Selatan, Sudan Selatan, dan Amerika Latin karena terlibat dalam skema korupsi serius.

Kantor Luar Negeri Inggris mengumumkan sanksi tersebut diberlakukan di bawah rezim sanksi Anti-Korupsi Global baru yang memberikan Inggris kekuatan untuk menghentikan aktor korup yang mengambil keuntungan dari ekonomi Inggris dan mengeksploitasi warga negaranya.

"Inggris, untuk pertama kalinya, memberlakukan pembekuan aset dan larangan bepergian terhadap 22 orang di bawah rezim sanksi Anti-Korupsi Global," ujar kantor tersebut, seperti dikutip Sputnik, Selasa (27/4).  


Dari 22 orang yang dikenai sanksi, 14 di antaranya merupakan warga negara Rusia. Mereka terlibat dalam pengalihan dana properti negara sebesar 230 juta dolar AS melalui skema pengembalian pajak.

Daftar sanksi juga mencakup Ajay, Atul dan Rajesh Gupta, serta rekan mereka Salim Essa, untuk peran dalam korupsi di Afrika Selatan.

Pengusaha Sudan Ashraf Seed Ahmed Hussein Ali juga dikenai sanksi atas keterlibatannya dalam penyelewengan aset negara.

Beberapa individu di Amerika Latin juga diketahui terlibat dalam korupsi.

"Lebih dari 2 persen dari PDB global hilang akibat korupsi setiap tahun, dan korupsi meningkatkan biaya menjalankan bisnis untuk masing-masing perusahaan sebanyak 10 persen," lanjut Kantor Luar Negeri.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Dominic Raab telah mempresentasikan seperangkat aturan tentang sanksi anti-korupsi internasional kepada parlemen Inggris.

London berencana untuk memerangi korupsi di seluruh dunia dengan membekukan aset dan melarang orang asing yang terlibat dalam skema korupsi serius memasuki Inggris.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya