Berita

Pemerhati hubungan internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa/Repro

Dunia

Angkat Kaki Dari Afghanistan, AS Ingin Ubah Citra 'Si Pembuat Perang'

SENIN, 26 APRIL 2021 | 16:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, telah memutuskan untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan paling lambat 11 September tahun ini.

Keputusan penarikan pasukan itu merupakan kelanjutan dari komitmen AS di bawah pemerintahan Donald Trump.  

Pada Februari 2020, pemerintahan Trump dan Taliban menyepakati perjanjian damai untuk menghentikan konflik di Afghanistan.


Trump berjanji akan menarik semua pasukannya jika Taliban menghentikan kekerasan dan bersedia melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah di Kabul.

Pengamat hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa menyebut penarikan pasukan AS oleh Biden bukan hanya bagian dari pemenuhan komitmen semata.

"Saya melihatnya berarti perang melawan teror  yang dimulai 2001 bagi Amerika sudah selesai, justru kali ini Amerika menggunakan kebijakan itu untuk menyatakan dunia bahwa mereka berhasil," ujar Teguh dalam diskusi virtual RMOL World View pada Senin (26/4).

Teguh menyebut, setidaknya ada dua keberhasilan yang ingin ditunjukan oleh AS di balik keputusan tersebut.

Pertama, berhasil membebaskan Afghanistan dari teroris. Kedua, berhasil membangun infrastruktur politik dan kehidupan sosial masyarakat Afghanistan yang sebelumnya babak belur akibat perang saudara.

"Barangkali itu sinyal yang hendak diberikan AS," kata wartawan senior yang pernah melakukan liputan di lapangan terkait invasi AS ke Afghanistan itu .

Terlepas dari dua hal tersebut, ia juga menyoroti keinginan Biden untuk mengubah citra AS yang selama ini dianggap sebagai "pembuat perang".

"Mereka juga ingin sekali mengubah image Amerika Serikat, terutama di era George Bush selama dua periode bahwa AS disebut sebagai pembuat perang dimana-mana," jelasnya.

Upaya tersebut, lanjut Teguh, juga telah dilakukan oleh Barack Obama yang berupaya mengalihkan kebijakan dari Asia Selatan dan Timur Tengah ke Asia Timur hingga memiliki Trans Pacific Partnership (TPP).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya