Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha/Net

Politik

Kabinda Papua Jadi Korban KKB, Politikus PPP: Demi Kedaulatan NKRI, Presiden Harus Tegas

SENIN, 26 APRIL 2021 | 08:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Insiden baku tembak yang akhirnya berujung dengan gugurnya
Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di Beoga, Minggu siang kemarin (25/4), langsung jadi sorotan anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha.

Ia mengingatkan dan meminta Presiden Joko Widodo memberi respons cepat terkait insiden yang menewaskan perwira tinggi TNI tersebut.

“Gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, merupakan hal yang sangat serius dan harus disikapi dengan tegas dan cepat oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Tamliha melalui keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Senin (26/4).

“Gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, merupakan hal yang sangat serius dan harus disikapi dengan tegas dan cepat oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Tamliha melalui keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Senin (26/4).

Syaifullah mengaku tidak bisa membayangkan, bagaimana bisa seorang jenderal bintang satu dan perangkat BIN, terbunuh oleh KKB. Walaupun pekerjaan seorang intelijen memang berbahaya dan berisiko terbunuh.

“Saya berharap Kepala BIN, Kabais TNI, dan Kabaintelkam Polri perlu segera bersinergi dan berkoordinasi untuk mengevaluasi operasi khusus yang dilakukan selama ini,” tambahnya.

Politikus PPP ini juga menilai diperlukan respons serius dan tindakan tegas yang diperlihatkan oleh Panglima TNI dan Kepala Polri terhadap KKB.

Sebab, KKB telah kerap membunuh warga sipil, dan ini merupakan pelanggaran HAM berat. Sehingga perlu menjadikan KKB sebagai kelompok terorisme yang harus ditumpas.

“Jika tindakan tegas tidak segera dilakukan TNI dan Polri, bukan tidak mungkin insiden-insiden kekerasan oleh KKB akan segera terulang kembali. Demi martabat NKRI dan kedaulatan bangsa, KKB di Papua perlu segera ditindak tegas,” demikian Syaifullah Tamliha.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya