Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Berkah Ramadhan, Sarung Tradisional Cerme Gresik Tembus Pasar Dunia, LaNyalla Kasih Jempol

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bangga dengan produk sarung tenun tradisional dari Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang mampu menembus pasar Asia. Di momen Ramadhan ini, penjualan sarung tersebut mencapai Brunei Darussalam, Malaysia dan Arab Saudi.

"Kita bangga produk dari desa ini bisa diterima pasar luar negeri. Ramadhan memang membawa berkah. Momen ini harus dimanfaatkan dengan baik sebagai peluang untuk semakin memperluas pemasarannya," kata LaNyalla, Jumat (23/4).

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, selain Asia masih ada negara lain yang berpotensi menjadi pasar baru penjualan sarung tenun tanpa mesin itu. Negara-negara Islam di luar Asia perlu dijajaki karena peluangnya sangat terbuka.


"Pangsa pasarnya masih sangat luas. Selain negara Asia, banyak negara berpenduduk muslim yang bisa menjadi sasaran ekspor. Misalnya negara-negara di Afrika dan Timur Tengah," jelasnya.

Meski demikian Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengingatkan, di luar Ramadhan biasanya penjualan sarung tradisional akan menurun. Untuk itu, LaNyalla meminta pemerintah daerah untuk membantu pemasarannya agar tetap eksis.

"Pemda Gresik harus mempunyai strategi agar penjualan sarung tradisional di luar momen Ramadhan tetap stabil. Misalnya bermitra dengan komunitas pesantren yang jumlahnya besar, tidak hanya di Gresik tetapi di Jawa Timur. Hal ini perlu dilakukan agar usaha tradisional tersebut dapat berjalan dan bisa terus menghidupi para pekerjanya," lanjutnya.

Bagi alumnus Universitas Brawijaya Malang itu, sarung tradisional merupakan kekayaan kearifan lokal yang perlu dilestarikan.

Sarung bukan semata sebagai produk fashion tetapi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Sarung Nasional pada 3 Maret.

"Sarung sudah menjadi identitas, apalagi di kalangan santri atau pesantren sudah seperti pakaian wajib. Fungsi sarung bukan lagi menjadi pakaian untuk beribadah, tapi sudah memiliki nilai kehidupan," katanya.

Memasuki bulan Ramadan hingga jelang Lebaran penjualan sarung tradisional yang dikerjakan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), di Cerme, Gresik, Jawa Timur penjualannya meningkat hingga empat kali lipat.
 
Mereka telah melakukan ekspor ke Brunei, Malaysia dan Arab Saudi dengan harga ekspor sekitar Rp 400 ribu. Para perajin sarung juga membuat sarung eksklusif dari bahan utama sutera timbul yang dijual seharga Rp 1,3 juta.

Yang lebih mahal lagi, mereka membuat sarung berbahan sutera motif songket yang pengerjaannya butuh waktu dua pekan untuk menghasilkan tiga buah sarung sutera timbul.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya