Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat mengumumkan penetapan tersangka kasus suap perkara Walikota Tanjungbalai M Syahrial/RMOL

Hukum

Firli Bahuri Akan Panggil Azis Syamsuddin Dalami Dugaan Suap Penyidik KPK

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 03:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dugaan adanya peran Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus suap pengurusan perkara Walikota Tanjungbalai akan terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politisi Golkar itu diduga ikut andil dengan memfasilitasi pertemuan para tersangka. Dalam hal ini Penyidik KPK Steppanus Robin Pattuju (SRP) dan Walikota Tanjungbalai, M Syahrial agar penyelidikan kasus korupsi di Pemkot Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK tidak naik ke tahap penyidikan.

"Kita akan dalami bagaimana keterkaitan antara saudara AZ (Azis Syamsuddin), SRP (Steppanus Robin Pattuju), dan MS (M Syahrial) yang telah melakukan pertemuan," tegas Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis malam (22/4).


Jenderal polisi bintang tiga ini juga meminta, semua pihak turut serta mengawal lembaga antirasuah dalam mengusut dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin dalam perkara tersebut.

"Pertemuan antara AZ, SRP, dan MS di kediaman AZ ini juga akan menjadi PR yang harus kita tuntaskan. Dan, kawal KPK," kata Firli.

Lebih lanjut, Firli memastikan akan memeriksa Wakil Ketua DPR RI yang membidangi Politik dan Keamanan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban KPK dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi di tanah air.

"Karena kami belum mendapatkan informasi keterangan dari saudara AZ, termasuk juga ini perlu kita dalami. Tapi yang pasti penanganan ini belum selesai malam hari ini," tuturnya.

"Masih ada hari esok dan kami janjikan berikan waktu kami bekerja untuk mengungkap seutuhnya, apa konstruksi, apakah melibatkan orang lain lagi. Ini sebagai pertanggungjawaban tugas KPK," demikian Firli.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya