Berita

Bisnis

Sukses Resilien Sepanjang 2020, Ini Target bank bjb Tahun Ini

RABU, 21 APRIL 2021 | 19:07 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

bank bjb menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang mencatatkan performa baik di masa pandemi sepanjang 2020. Tahun ini, bjb mentargetkan tumbuh positif.

Performa bank bjb pada 2020 tercermin dari pertumbuhan positif di berbagai aspek, mulai dari total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), total kredit, hingga Non-Performing Loan (NPL) yang senantiasa terjaga di angka rendah.

Direktur Keungan bank bjb Nia Kania mengatakan, bank bjb memiliki model bisnis yang telah teruji melampaui berbagai kondisi krisis mulai dari krisis 1998, 2008, hingga pandemi 2020 dan terus diterapkan hingga saat ini.


Meskipun pada 2020 industri perbankan secara umum mendapat tekanan khususnya pada rentabilitas dan kualitas kredit, secara umum angka konsolidasi total aset bank bjb tumbuh 14% di 2020, menjadi Rp140,9 Triliun.

"Hal tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tumbuh 7,18% dan kelompok BPD yang tumbuh 6,64% selama 2020," ungkap Nia dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (21/4).

Nia memaparkan, pertumbuhan positif juga terlihat dari total DPK yang tumbuh 19,15% menjadi Rp106,5 triliun. Total kredit tumbuh sebesar 9,08% menjadi Rp95,2 triliun. Dan NPL masih berada di level baik, yakni 1,4%. Pertumbuhaan itu berada di atas pertumbuhuan rata-rata perbankan nasional dan kelompok BPD sepanjang 2020.

"Selain itu, rentabilitas atas kinerja bjb juga menunjukan angka positif, dimana nett interest income tumbuh positif sebesar 6,8% year-on-year menjadi Rp6,5 triliun. Nett income tumbuh 8% year-on-year menjadi Rp169 triliun, dan nett interest margin di angka 5,4%," ungkapnya.

Nia menambahkan, dengan besarnya likuiditas yang tersedia, sepanjang 2020 bank bjb juga mengoptimalkan return melalui surat berharga yang telah mendorong peningkatan gain on financial statemet sebesar 488,6% atau setara 474 miliar. Dari sisi rasio, return on equity (ROE) bank bjb masih terjaga di angka 14,3% , yang bahkan lebih baik dibanding 2019 yakni sebesar 13%.

"Hal ini merupakan pencapaian bank bjb yang luar biasa sepanjang 2020," ungkapnya.

Oleh karena prestasi tersebut, bank bjb diganjar sejumlah penghargaan sepanjang 2020, meliputi predikat The Most Resilience Bank in Pandemic versi Bisnis Indonesia Award 2020, serta The Best Bank of 2020 kategori Regional Development Bank Buku III Majalah Investor. Total, terdapat 56 penghargaan yang telah diraih bank bjb.

Berbekal strategi yang berhasil menghantarkan bank bjb menjadi bank resilien selama pandemi, di 2021 bank bjb juga menargetkan pertumbuhan yang positif di seluruh aspek. Nia memaparkan sejumlah target yang akan berupaya dicapai di tahun ini.

"Di 2021, kami proyesikan pertumbuhan kredit di angka 8% hingga 9%, pertumbuhan DPK di angka 9% hingga 10%, NPL terus dijaga di 1,5% hingga 1,7% dan cost of fund bisa tertangani di 4% hingga 4,5%, serta coverage ratio di 100% hingga 140%," ungkapnya.

Terkait penyaluran kredit, Nia mengatakan, pihaknya menjadikan pertumbuhan kredit korporasi dan finansial yang cukup baik di 2020 sebagai pijakan. Di tahun ini, bank bjb akan kembali berfokus pada penyaluran kredit di proyek-proyek pemerintah, BUMN karya, dan sindikasi-sindikasi infrastruktur.

"Kami pilah dengan hati-hati, fokus penyaluran kredit di korporasi dan komersial akan lebih banyak di proyek pemerintah, BUMN karya dan infrastruktur. Ke depan, hal ini masih terus kami tumbuhkan tanpa meninggalkan captive market kami di segmen consumer. Begitu pula halnya dengan UMKM yang terus kami kembangkan melalui berbagai produk kredit UMKM bank bjb," ungkapnya.

Dalam webinar tersebut, perjalanan bank bjb sejak awal berdirinya di 1961 dibahas secara singkat. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk adalah BPD pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2010, dengan kode emiten BJBR.

"Bermodalkan IPO tersebut, kami saat ini memiliki aset sebesar Rp140,9 Triliun dengan jaringan tersebar di 14 provinsi di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Pada saat IPO, Nia mengatakan, bank bjb melepas 25% sahamnya pada publik dengan harga penerbitan Rp600 rupiah dan nilai nominal 250 serta total nilai emisi Rp1,45 Triliun. Saat ini, komposisi kepemilikan bank bjb adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (38,18%),
Pemerintah Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat (24,03%), Provinsi Banten (5,29%),Pemerintah Kota dan Kabupaten se-Banten (7,87%), dan publik (24,64%).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya