Berita

Sekretaris Kementerian Kesehatan, Raphael Câmara Medeiros Parente/Net

Dunia

Situasi Pandemi Covid-19 Makin Buruk, Brasil Minta Wanita Muda Tunda Kehamilan

SABTU, 17 APRIL 2021 | 15:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Kesehatan Brasil telah meminta para kaum wanita, terutama yang masih muda, untuk menunda kehamilan jika memungkinkan.

Pernyataan itu dibuat oleh Pejabat Perawatan Primer Kementerian Kesehatan, Raphael Parente, mengingat situasi pandemi Covid-19 yang terus memburuk di negara itu.

“Jika memungkinkan, (tunda) kehamilannya sedikit, sampai saat yang lebih baik, saat Anda bisa hamil dengan lebih tenang,” kata Parente, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (17/4).


“Kita tahu pada saat Zika, selama satu atau dua tahun terjadi penurunan kehamilan di Brazil, lalu meningkat kembali," lanjutnya, merujuk pada virus Zika yang pernah melanda Brasil.

Di tengah wabah Zika yang parah di Brasil antara 2015 dan 2016, wanita yang mempertimbangkan untuk memiliki anak dalam periode tersebut menunda rencana karena takut bayi akan lahir dengan mikrosefali.

Pada 2016, Brasil memiliki angka kelahiran terendah dalam 21 tahun. Jumlah tersebut bertambah lagi tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2019.

“Jelas bahwa kami tidak dapat mengatakan ini kepada seseorang yang berusia 42, 43 tahun,” kata Parente, “tetapi bagi seorang wanita muda, yang dapat memilih momen kehamilannya, hal terbaik sekarang adalah Anda menunggu sebentar sampai situasinya menjadi sedikit lebih tenang."

Pejabat kementerian membenarkan permintaannya dengan menjelaskan bahwa, menurut definisi, kehamilan menimbulkan risiko pembentukan gumpalan darah, atau trombosis.

 Covid-19 juga mendukung terjadinya trombosis, yang dapat membuat penyakit ini semakin berbahaya selama kehamilan.

Tahun lalu, CDC AS telah memperingatkan bahwa wanita hamil berisiko lebih besar mengembangkan bentuk serius Covid-19.

Rekomendasi tersebut sepertinya datang agak terlambat, mengingat saat Brasil telah mencatat rata-rata pergerakan di atas 3.000 kematian Covid-19 setiap hari.

Brasil sekarang memiliki lebih dari 366.000 kematian. Jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi mencapai 13,8 juta. Itu diperburuk dengan vaksinasi yang masih lambat, dengan hanya 5,3 persen penduduk yang diimunisasi lengkap, dengan dua dosis, dan sekitar 16 persen dengan hanya satu dosis.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya