Berita

Suasana ibadah di dalam tenda Masjid At-Tabayyun, Taman Villa Meruya, Jakarta Barat/RMOL

Hukum

Umat Islam TVM Diteror, Seorang Pengacara Akan Dilaporkan Ke Polisi

SABTU, 17 APRIL 2021 | 10:38 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Seorang pengacara di Jakarta Barat akan dilaporkan ke polisi. Pengacara ini dianggap telah melakukan teror terbuka kepada masyarakat Muslim di perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat.

Sang pengacara dari Kantor Hukum Hartono & Rekan itu hari Kamis kemarin (15/4) secara gegabah meminta agar tenda putih yang dididirikan Panitia Pembangunan Masjid At-Tabayyun di perumahan itu dibongkar.

Padahal, lokasi tenda yang didirikan warga Muslim sebagai tempat Shalat Taraweh dan shalat-shalat lainnya selama bulan Ramadhan tahun ini berada di atas lokasi pembangunan Masjid At-Tabayyun.


Adapun lokasi pembangunan masjid ini berdasarkan SK Gubernur DKI Nomor 1021/2020, serta perjanjian sewa dengan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI tertanggal 19 Oktober 2020, juga rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Jakarta Barat.

Sementara di dalam ultimatumnya, sang pengacara mengatakan mendapat kuasa dari warga yang lain. Namun sang pengacara tidak mencantumkan identitas warga yang diklaimnya memberikan kuasa itu.

Pihak yang akan mengadukan sang pengacara itu ke polisi adalah Panitia Pembangunan Mesjid At-Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. Rencana itu dituliskan dalam sepucuk surat yang dialamatkan kepada sang pengacara, Jumat (16/4).

Sebagai Pengurus Masjid At-Tabayyun TVM,  dua wartawan senior Marah Sakti Siregar dan Ilham Bintang, dalam surat balasan mereka mengatakan ultimatum yang disampaikan sang pengacara adalah teror kepada warga Muslim yang tengah beribadah di bulan suci Ramadhan.

Selain itu, Hartono juga dinilai telah memfitnah secara keji warga Muslim seakan tenda tempat beribadah itu menyerobot tanah milik Pemda DKI.

“Sangat keterlaluan. Cara itu tidak sopan, a sosial, bahkan antiagama,” kata Marah Sakti Siregar yang adalah Ketua Panitia Pembangunan Masjid At-Tabayyun.

“Itu sebabnya kita melaporkan dia ke polisi karena berpotensi besar bikin kerusuhan karena mengadu domba umat beragama di komplek TVM," tambah mantan Wartawan Majalah Tempo yang kini menjadi Tenaga Ahli di Dewan Pers.

Di dalam surat somasi Hartono SH yang copynya diterima redaksi memang terdapat diktum yang bunyinya terang-terangan mengultimatum warga Muslim agar dalam waktu 3 X 24 jam membongkar tenda di areal tanah milik Pemda DKI.

Maka, ultimatum itu dijawab Panitia Pembangunan Masjid At-Tabayyun seperti ini, dalam surat balasannya.

“Saudara tidak mempunyai otoritas apapun untuk memberikan peringatan atau somasi kepada kami untuk menghentikan rangkaian kegiatan kami memanfaatkan dan membangun mesjid At Tabayun sesuai  dengan persetujuan dari Gubernur DKI,” tulis Marah Sakti dan Ilham Bintang mewakili Pengurus Masjid At-Tabayyun lainnya.

“Apalagi, Surat Keputusan tersebut sudah kami tindak lanjuti bersama Pemda DKI.  Saudara bukan bagian dari pemerintah daerah, bukan juga bagian dari sistem polisionil, dan bahkan Saudara tidak mewakili kepentingan warga Taman Villya Meruya. Tindakan Saudara memberikan somasi merupakan perbuatan  arogansi dan merupakan tindakan  kesewenang-wenangan tanpa dasar,” urai  mereka lagi.

Warga Muslim TVM yang jumlahnya sekitar 300 jiwa, menyangsikan Kantor Pengacara Hartono mendapat kuasa dari seluruh warga TVM untuk membongkar tenda putih berukuran 100 meter persegi yang dijuluki mirip Tenda Wukuf di Padang Arafah, Saudi Arabia itu.

Seluruh warga TVM pernah ditawarkan untuk memilih lokasi masjid di perumahan itu. Sementara sekitar 200 warga Non Muslim memilih lokasi berbeda dengan pilihan warga Muslim.

Ketua RW di TVM, Irjenpol (Purn) DR Burhanuddin Andi, telah pula menengahi. Telah ada kesepakatan dimana warga dipersilahkan mengurus izin masjid di lokasi yang diinginkan masing-masing pihak.

Apabila satu pihak lebih dulu mendapatkan izin, maka semua pihak harus ikhlas menerima putusan itu. Sejak awal diketahui tidak pernah ada warga yang mau menggugat.

Kini warga tengah mengusut motivasi Hartono menentang warga beribadah di Tenda dalam komplek TVM.

Menurut Marah Sakti Siregar, untuk pelaksanaan shalat Teraweh di dalam tenda putih, panitia sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada RT dan RW di TVM. Surat itu dijawab dengan simpatik oleh Ketua RW, Irjenpol (Purn) DR Burhanuddin Andi seraya  mengingatkan kewajiban seluruh  jamaah menaati secara ketat protokol kesehatan.

“Kami juga merupakan warga  resmi Taman Villa Meruya dan kami, Panitia Pembangunan Masjid At-Tabayun serta umat Islam yang menghendaki pembangunan masjid tersebut, sama sekaki tidak pernah memberikan kuasa dan melimpahkan mandat apapaun kepada Saudara untuk mewakili kepentingan kami,” tulis Pengurus Masjid At-Tabayyun lagi.

Dengan demikian, Pengurus Masjid At-Tabayyun meyakini bahwa pernyataan sang pengacara dalam somasi tersebut yang mengatakan dirinya “bertindak untuk  dan atas kepentingan warga Taman Villa Meruya” adalah sebuah manipulasi, sekaligus kebohongan publik.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Ledakan Malam Takbiran di Grobogan dan Pekalongan, 10 Orang Terluka

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49

Ziarah Makam Korban Longsor Cisarua Diwarnai Suasana Emosional

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:35

Fahira Idris: Jadikan Idulfitri Momen Kebangkitan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:53

SBY dan Keluarga Silaturahmi ke Prabowo di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:16

Mendes: 20 Persen Keuntungan Kopdes Merah putih untuk Desa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:54

Dengan Kerjasama, Stabilitas Kebutuhan Pokok Terjaga

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:26

Gubernur Pramono Ajak Warga Jaga Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:33

Soroti Pajak Ganda, DPR: Sudah Lama Sistem Dibiarkan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:43

Didampingi Didit, Prabowo Open House Khusus Masyarakat di Istana

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:13

Idulfitri Momentum Perkuat Komitmen Pembangunan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:54

Selengkapnya