Berita

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir/Ist

Politik

Haedar Nashir: Ada Kecenderungan Mubaligh Muhammadiyah Konservatif Sikapi Covid-19

SABTU, 17 APRIL 2021 | 03:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Karakter modern dan reformis di tubuh organisasi Muhammadiyah, baik dalam pemikiran dan praktik keagamaan maupun dalam urusan mu’amalah dunyawiyah seperti sosial, ekonomi, politik kebangsaan, dan aspek kehidupan lain patut dicermati kader.

Disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam ceramah kajian Ramadhan bertema 'Tajdid Organisasi Muhamamdiyah Di Era Perubahan', ada beragam problem organisasi Muhammadiyah yang patut dicermati.

Pertama adalah gejala berpikir tekstual atau puritan. Di masa pandemi Covid-19 sepeti saat ini, PP Muhammadiyah dan Majelis Tarjih sudah mengeluarkan tuntunan beribadah yang bersifat darurat.


"Terdapat sebagian anggota yang tidak mengikuti Tarjih dan tetap beribadah di masjid dengan argumen 'tidak perlu takut Covid takutlah kepada Allah, hingga argumen 'kenapa beribadah ikut mazhab WHO' dan argumen lainnya yang menunjukkan sikap konservatif dalam beragama," kata Haedar, Jumat (16/4).

Ia mengatakan, pemikiran resmi Muhammadiyah maupun Majelis Tarjih dengan berbagai fikih komtemporer sangat maju dan progrsif. Tetapi dalam wacana pemikiran di ruang publik, ada sebagian kecil kecenderungan elite dan mubaligh Muhammadiyah bersikap reaktif dan konservatif dengan karakter puritan yang masih kuat.

"Pendekatan bayani, burhani, dan irfani terkesan kurang tersosialksasi dan menjadi alam pikiran utama yang kuat dan menginternalisasi secara luas dan masif. Padahal kalangan Islam tradisional tampak lebih progresif dan masuk ke genre neotradisonalisme dan neomodernisme, yang sering mengeluarkan pernyataan inklusif dan kadang kontroversial," sambungnya.

Masalah lain yang patut dicermati adalah pengelolaan organisasi konvensional. Secara umum, kata dia, pengelolaan organisasi Muhammadiyah telah modern dan mampu beradaptasi dengan era digital.

Muhammadiyah bahkan sedang memproses Muhammadiyah Online University dan juga memiliki Pusat Syiar Digital (PSDM) untuk menjadi sentral modernisasi pengelolaan organisasi.

"Tetapi secara lebih detail dan mikro, perlu pengelolaan organisasi yang lebih canggih lagi agar semakin modern. Bahaimana agar anggota Muhammadiyah tidak gagap teknologi ketika di era pandemi Covid-19 dan Revolusi IT belum adaptif teknologi IT yang canggih," tandas Haedar Nashir.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya