Berita

Wakil Dekan I Fakultas Teknik UKWMS, Prof. Felycia Edi Soetaredjo mendapatkan penghargaan 'Distinguished Taiwan Alumni Award' dari Kementerian Pendidikan Taiwan/Ist

Dunia

Profesor UKWMS Dapat Penghargaan 'Distinguished Taiwan Alumni Award'

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 13:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang profesor dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mendapatkan penghargaan dari pemerintah Taiwan.

Kementerian Pendidikan Taiwan memberikan penghargaan 'Distinguished Taiwan Alumni Award' kepada Prof. Felycia Edi Soetaredjo, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Teknik UKWMS.

Distinguished Taiwan Alumni Award merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah Taiwan kepada 5 hingga 10 alumni berprestasi di seluruh dunia. Penghargaan ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali.


Felycia sendiri merupakan peraih Distinguished Taiwan Alumni Award dari Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, ia juga sempat terpilih sebagai Outstanding Alumni Department of Chemical Engineering, National Taiwan University of Science and Technology pada 2019.

Felycia mendapatkan gelar Ph.D dari National Taiwan University of Science and Technology. Setelah lulus, ia mengajar dan memberikan kontribusi di UKWMS.

Dari keterangan tertulis Taipei Economic and Trade Office (TETO) yang diterima redaksi pada Jumat (16/4), Felycia meniti pendidikan di Taiwan lewat Program Pengembangan Bakat dari Taiwan New Southbound Policy.

"Felycia mengucapkan terima kasih kepada almamaternya National Taiwan University of Science and Technology atas pembinaan yang telah diberikan, dan merasa sangat tersanjung dianugerahi kehormatan ini oleh Kementerian Pendidikan Taiwan," ujar TETO.

Bagi Felycia, Taiwan adalah kampung halamannya yang kedua, yang membuatnya bisa belajar dengan sukses. Ia juga mengapresiasi Program Pengembangan Bakat dari Taiwan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan tinggi di Taiwan terus meningkatkan kualitasnya hingga jumlah pelajar internasional terus bertambah.

Data dari TETO menunjukkan, Taiwan memiliki 57 ribu pelajar asing pada 2011, dan meningkat menjadi 120 ribu pada 2020.

"Di bawah Program Pengembangan Bakat dari Taiwan New Southbound Policy, jumlah pelajar Asia Tenggara semakin berkembang pesat," lanjut TETO.

Jumlah pelajar Indonesia di Taiwan sendiri mengalami peningkatan mulai dari 2016 yang berjumlah 5.074.

Meskipun ikut terpengaruh pandemi COVID-19 tahun lalu, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 13.804, dan merupakan negara sumber pelajar asing terbesar ketiga di Taiwan.

Lingkungan sekolah dan tempat tinggal yang ramah muslim membuat banyak pelajar muslim Indonesia tertarik. Taiwan juga memiliki tingkat keamanan yang baik, serta masyarakat yang ramah.

Selain itu, Taiwan secara global menempati posisi terdepan dalam bidang teknologi informasi komputer, mesin listrik, industri manufaktur, bahan kimia, kesehatan medis, bioteknologi, dan reformasi pertanian. Banyak pelajar internasional yang telah belajar di Taiwan setelah kembali ke negara asalnya dapat mencapai prestasi kerja yang luar biasa di tempat kerja.

Keuntungan lain belajar di Taiwan adalah biaya pendidikan yang lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara seperti Eropa, Amerika dan Australia.

Pemerintah Taiwan dan berbagai perguruan tinggi telah meluncurkan berbagai macam beasiswa, sehingga pelajar dari Indonesia dan negara lain dapat mendaftar dan belajar di Taiwan dengan mudah.

Dengan keberhasilan menangani pandemi, Taiwan telah memungkinkan siswa dari semua jenjang sekolah untuk bersekolah secara normal.

Kualitas pembelajaran yang terjamin juga membuat pelajar asing yang belajar di Taiwan dan orang tua mereka merasa nyaman.

"Taiwan dengan tulus menyambut pelajar Indonesia untuk belajar di Taiwan. Kunjungi sekarang https://www.studyintaiwan.org/ untuk mendapatkan informasi, atau ikuti IG divisi pendidikan TETO di Indonesia (tetotec_Indonesia)," tulis TETO.

"Taiwan membuka peluang sukses bagi hidup Anda. Sampai jumpa di Taiwan!" tambahnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya