Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Tidak Ingin Daerah Sibuk Dahulukan Ekonomi Tapi Abai Sebaran Covid-19

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 08:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembukaan sektor-sektor ekonomi di daerah tidak boleh tergesa-gesa. Sebab, ketergesaan bisa berpotensi memicu penularan Covid-19 secara masif.

Begitu peringatan Presiden Joko Widodo saat Koordinasi Kepala Daerah sebagaimana ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu malam (14/4). Jokowi ingin agar daerah melakukan pembukaan secara bertahap per sektor.

“Lakukan itu tetapi per sektor. Hati-hati per sektor, " ujarnya.


Dia mengingatkan bahwa Covid-19 merupakan serangan virus yang tidak tampak. Artinya butuh penanganan ekstra hati-hati untuk menghadapinya.

Mantan walikota Solo itu tidak ingin kepala daerah sibuk mendahulukan ekonomi, tapi di satu sisi tidak memperhatikan penyebaran Covid-19.

"Nantinya yang terjadi justru kenaikan kasus Covid-19 semakin meningkat, ekonominya justru menjadi pertumbuhannya tertekan turun," tuturnya.

Pemerintah, tegas Jokowi, masih fokus dalam upaya mempercepat pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi. strategi penangannannya, lanjut Jokowi, harus dikerjakan secara detail dan bukan setengah-setengah.

“Dua-duanya harus terkelola dengan baik," demikian Jokowi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya