Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Komitmennya Pada Pendidikan Terbukti, Tepat Jika Jokowi Ganti Nadiem Dengan Kader Muhammadiyah

RABU, 14 APRIL 2021 | 03:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Suara kader Muhammadiyah layak mengganti Mendikbud Nadiem Makarim diamini oleh berbagai kalangan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan representasi kader Muhammadiyah masuk nominasi gantikan Nadiem Makarim sangat relevan.

Kata Dedi, dalam sejarah pendidikan Indonesia Muhammadiyah telah berhasil membuktikan kontribusinya pada pembangunan di bidang pendidikan.


"Kader Muhammadiyah masuk nominasi gantikan Nadiem cukup relevan, dan mungkin memang tepat. Mengingat sejauh ini Muhammadiyah berhasil membuktikan komitmen mereka dalam dunia pendidikan," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4).

Lebih lanjut, Dedi menyarankan Jokowi perlu memasukkan kader Muhammadiyah gantikan Nadiem dengan pertimbangan serupa saat menunjuk kader Nahdlatul Ulama sebagai Menteri Agama.

"Presiden perlu mempertimbangkan Muhammadiyah sebagaimana perlunya mempertimbangkan NU sebagai Menag, artinya ini sesuai kapasitas dan mudah mengenali kemampuan," demikian kata Dedi.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti dipandang layak gantikan Nadiem Makarim sebaai Mendikbud-Ristek Dikti.

Muti dipandang memiliki wawasan, pengalaman dan kecakapan menjalankan tugas di dua kementerian yang baru digabungkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya