Berita

Ray Rangkuti/Repro

Politik

Watak Kepemimpinan Jokowi Mirip Soeharto, Kesuksesan Dilihat Secara Fisik

SELASA, 13 APRIL 2021 | 23:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi Kemendikbud-Ristek merupakan buntut dari pengesahan UU Omnibus Law.

Pasalnya, peleburan itu dilakukan untuk mereset Kementerian Investasi yang akan dibentuk.

"UU omnibus Law itu seperti kita ketahui sangat banyak menyita perhatian bahkan korban di Indonesia. Diantara mereka (korban) misalnya Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, yang sekarang menghadapi persidangan di pengadilan karena dikait-kaitkan dengan tuduhan bahwa mereka melakukan keonaran," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, Selasa (13/4).


"Jadi ini konsekuensi logis dari undang undang omnibus law itu. Kenapa Kementerian investasi ini dibutuhkan oleh Presiden untuk mengakselerasi suruh keperluan investasi," sambung Ray saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk 'Reshuflle Kabinet Sebagai Keniscayaan' pada.

Padahal, kata aktivis 1998 ini, hingga saat ini, pasca disahkannya UU Omnibus Law, belum pernah ada kabar baik terkait adanya lonjakan investasi yang akan masuk ke Indonesia.

"Itu kan jadi pertanyaan juga apakah UU Omnibus Law ini dengan sendirinya mendatangkan, bukan investasi yang masuk, tapi impor yang makin banyak masuk," cetusnya.

Atas dasar itu, pengamat politik jebolan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai cara berpikir Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih mengedepankan kebutuhan materiil ketimbang kebutuhan immateriil dalam menyikapi kebutuhan bangsa Indonesia.

"Kebutuhan material itu sandang pangan papan, kalau bahasa populer yang selama ini kita kenal, adalah kerja kerja kerja," kata Ray Rangkuti.

Ray bahkan menyebut watak kepemimpinan Presiden Jokowi tidak jauh berbeda dengan rezim orde baru Soeharto.

Menurutnya, cara pandang pembangunan materiil yang lebih ditekankan dibanding hal-hal yang bersifat immateriil.

"Artinya Pak Jokowi kurang lebih sama sebetulnya dengan model kepemimpinan Pak Harto dalam melihat kesuksesan itu dilihat secara fisikal. Jadi misalnya kalau jembatan banyak, (infrastruktur) banyak, itu banyak, artinya sukses lah. Kira-kira begitu," tuturnya.

"Sedikit banyak cara pandang dari pembangunan material ini yang membebankan hal-hal yang bersifat immateriil. Imateriil itu tadi kebebasan berpendapat, macam-macam dan seterusnya. Sedikit sedikit orang sekarang diadukan ke polisi dsb," sambungnya.

"Jadi, ini sangat mudah memahami kalau Pak Jokowi lebih membutuhkan Kementerian investasi dibandingkan dengan Kemenristek. Karena itu tadi, cara berpikirnya adalah kerja, kerja, kerja, bukan berfikir, berfikir, berfikir. Kira-kira begitu," demikian Ray Rangkuti.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya