Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tahan Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Thailand Tutup Tempat Hiburan Berisiko Di 41 Provinsi Selama 2 Pekan

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 15:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk menahan laju penyebaran virus corona, pemerintah Thailand telah memutuskan untuk menutup tempat hiburan berisiko di 41 provinsi, termasuk Bangkok selama dua minggu ke depan.

Penutupan tersebut sebagai imbas lonjakan baru kasus Covid-19 yang ditimbulkan oleh cluster Thong Lor yang menyebar dengan cepat ke seluruh negeri.

Tempat yang terkena penutupan termasuk pub, bar, karaoke, dan panti pijat. Namun, tatanan baru tidak mencakup spa pijat tradisional Thailand.


Juru bicara Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA), Taweesilp Visanuyothin, mengatakan pada hari Kamis bahwa penutupan akan berlaku setelah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menandatangani perintah tersebut pada pertemuan CCSA yang akan berlangsung Jumat (9/4) waktu setempat.

Pejabat kesehatan dan keamanan sepakat pada pertemuan EOC bahwa penutupan menyeluruh di semua provinsi secara nasional tidak diperlukan. Mereka memilih apa yang disebut Dr Taweesilp sebagai 'terapi bertarget' di provinsi-provinsi yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

Perhatian utama mereka adalah penyebaran virus varian Inggris, dengan kasus terdeteksi di Thailand untuk pertama kalinya.

"Tidak adil untuk meresepkan dosis yang kuat untuk semua provinsi," kata juru bicara CCSA, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (9/4).

"Provinsi target adalah mereka yang terkena infeksi baru dan mereka yang berisiko karena mereka merupakan pintu gerbang, atau jalan utama, bagi para pelancong," katanya.

Keputusan itu diambil menjelang liburan panjang Songkran minggu depan, ketika jutaan orang akan berangkat untuk liburan dan reuni keluarga.

Kasus baru yang terkait dengan pub, bar, dan klub di daerah Thong Lor selama 3-8 April telah melonjak menjadi 399 dari 3.112 yang diuji. 1.075 tes lainnya sedang menunggu hasil.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya