Berita

Anak-anak migran/Net

Dunia

AS Gelontorkan Rp 874 Miliar Sepekan Untuk Tangani Anak-anak Migran

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 11:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah mencabut kebijakan pembatasan migran yang diberlakukan era Donald Trump, pemerintahan Presiden Joe Biden cukup kewalahan, khususnya untuk menangani anak-anak migran tanpa pendamping.

The Washington Post pada Kamis (8/4) melaporkan, pemerintah harus menghabiskan 60 juta dolar AS atau setara dengan Rp 874 milliar (Rp 14.500/dolar AS) setiap pekannya untuk mempertahankan hak asuh anak-anak migran.

Sejauh ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) menangani setidaknya 16 ribu anak migran yang bellum diserahkan kepada anggota  keluarga atau sponsornya di AS.


Jumlah tersebut merupakan rekor anak-anak migran yang melintasi perbatasan AS. Bahkan tempat penampungan permanen kekurangan tempat tidur karena hanya memiliki 7.700 unit.

Alhasil, pemerintahan Biden membuat 10 fasilitas tempat penampungan untuk 16 ribu tempat tidur tambahan di pusat konvensi dan militer.

Sampai saat ini, tempat penampungan baru menampung sekitar 8.500 anak, dengan 4.000 anak menunggu untuk dipindahkan dari fasilitas permanen.

Biaya untuk menyediakan makanan bagi seorang anak dan barang-barang lain yang diperlukan di tempat penampungan permanen dilaporkan mencapai 290 dolar AS setiap hari.

Jurubicara Administrasi HHS untuk Anak dan Keluarga, Kenneth Wolfe, mengatakan biaya merawat anak di tempat darurat baru hampir 2,5 kali lebih tinggi karena kebutuhan untuk mengembangkan fasilitas dengan cepat dan mempekerjakan staf dalam waktu singkat.

Biaya untuk satu anak di bawah umur selama satu bulan juga mencapai 24 ribu dolar AS.

Biaya untuk menghidupi anak-anak migran di tempat penampungan sendiri diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Diperkirakan AS akan memiliki sekitar 22 ribu hingga 26 ribu anak migran setiap  bulannya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya