Berita

Direktur Media and Democracy LP3ES, Wijayanto/Repro

Politik

Reformasi Parpol Jadi Langkah Tepat Tingkatkan Kepercayaan Publik

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Politik (Parpol) saat ini menjadi institusi yang paling tidak dipercaya publik. Ironinya, meski tingkat kepercayaan rendah, parpol memiliki peranan membentuk kebijakan negara dan terlibat dalam konflik kepentingan di kalangan elite pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Media and Democracy Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto, dalam diskusi Forum 100 Ilmuwan Sosial dan Politik, Kamis (8/4).

Wijayanto menyampaikan, kemunduran politik menyebabkan terjadinya reformasi partai sebagai solusi atas rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap Parpol.


"Karena meningkatkan kualitas parpol menjadi hal yang krusial dalam mendorong demokrasi substansial di Indonesia pada saat ini," ucap Wijayanto, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Ia menerangkan, stagnasi parpol terdapat dalam reformasi di amandemen dan undang-undang. Sehingga, partai harus mengadopsi semua hal yang diatur dalam Undang-undang menjadi AD/ART masing-masing.

"Tetapi di poin ini, partai politik yang berjalan menurut amandemen justru menimbulkan permasalahan baru. Misalnya, terselenggaranya Pemilu secara langsung menumbuhkan politik uang yang mengakar hingga di tataran lokal," ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut semakin diperparah dengan kurang tercapainya kebijakan afirmatif dalam mengupayakan keterwakilan yang semakin merata, juga masalah lainnya.

"Namun, di sisi lain, reformasi partai politik tidak bisa hanya dilakukan oleh partai politik sendiri, karena sifatnya yang masih pragmatis dan situasi permasalahan internal dan eksternal yang kompleks," imbuhnya.

Sementara itu, peneliti politik LIPI, Aisah Putri Budiarti menerangkan, personalisasi parpol menjadi salah satu masalah terkait dengan kondisi yang kerap terjadi dewasa ini.

"Konflik yang timbul karena kentalnya personalisasi partai yang paling baru terjadi pada Partai Demokrat. Juga, sebelumnya dialami Golkar, PAN, dan PPP. Gerindra dan PDIP," paparnya.

Dengan memiliki personalisasi parpol yang kuat justru membawa keuntungan dalam konteks soliditas jangka pendek. Tetapi di saat figur sentral mundur dari kancah politik sementara tidak ada tokoh lebih kuat untuk menggantikannya, akan terjadi kegaduhan dan muncul konflik baru.

"Maka keretakan dapat terjadi dalam tataran internal. Hal tersebut sudah terbukti dari kasus yang dialami oleh partai Demokrat dengan konflik terkait AHY belakangan ini," jelasnya.

Menariknya, terang Aisah, problem personalisasi partai tersebut tidak hanya muncul karena masalah internal, tetapi juga eksternal. Yakni, presidensialisme yang memberikan karakter sistem politik personal, sementara Pemilu memberi ruang stimulus personalisasi parpol.

"Sehingga, reformasi partai politik tidak bisa dilakukan hanya oleh partai itu sendiri. Sebagai masyarakat sipil, pengawasan dan evaluasi menjadi poin penting dalam mengawal reformasi partai politik," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya