Berita

Pesan grafiti di dinding di Aguililla, sisa-sisa perang kartel/Net

Dunia

Perang Kartel Mesiko, Jalisco Bantai 27 Anggota Kelompok Saingannya Carteles Unidos

RABU, 07 APRIL 2021 | 15:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang antar kartel di Meksiko kian brutal, banyak nyawa melayang karenanya. Pekan lalu, Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) diyakini telah membunuh sedikitnya 27 anggota organisasi kriminal saingan, dalam pembantaian di Michoacan pekan lalu.

Info tersebut diposting oleh akun Twitter Unidad de Inteligencia Ciudadana (Unit Intelijen Warga). Mereka mengatakan dalam sebuah posting pada Rabu pekan lalu, bahwa 26 anggota Carteles Unidos dibunuh oleh CJNG di Aguililla, sebuah kota di wilayah Tierra Caliente yang terkenal kejam.

Sementara Infobae melaporkan korban bisa saja berjumlah 27 orang.


Tierra Caliente merupakan tempat kelahiran Nemesio 'El Mencho' Oseguera Cervantes, pemimpin CJNG dan buronan pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat.

Dipostingannya, Unit Intelijen Warga menulis bahwa anggota Carteles Unidos dari Aguililla menyerah kepada CJNG selama konfrontasi dan kemudian dieksekusi.

"Delapan dari mereka dipenggal. Bos regional Chirrios Revueltas berhasil melarikan diri,” kata postingan itu, seperti dikutip dari Mexico News, Rabu (7/4).

Kantor Kejaksaan Agung (FGE) Michoacan mengumumkan Kamis lalu bahwa delapan mayat yang dipenggal telah ditemukan di Aguililla. FGE tidak membantah laporan bahwa sebanyak 26 atau 27 terduga penjahat itu mati karena dibantai.

Dikatakan delapan mayat yang dipenggal, semuanya memiliki luka tembak, dibawa ke kamar mayat pemerintah negara bagian, di mana otopsi akan dilakukan.

Namun, jenazah - dan mungkin korban tambahan yang belum diakui oleh pemerintah Michoacan - menghilang dari kamar mayat, menurut laporan media dan Unit Intelijen Warga.

Sebuah posting terakhir mengatakan Kamis lalu bahwa 26 mayat dan delapan kepala telah hilang dari kamar mayat.

“Anggota keluarga Carteles Unidos dari pria bersenjata Aguililla yang dibantai oleh CJNG meminta bantuan untuk mengumumkan bahwa mayat yang dipindahkan ke kamar mayat menghilang dan (bahwa pihak berwenang) tidak ingin menyerahkannya ke mana pun," kata postingan itu.

Kartel Jalisco juga baru-baru ini menyerang beberapa kota lain di wilayah Tierra Caliente di Michoacan. Menurut laporan situs berita Zeta, orang-orang bersenjata secara rutin tiba di kota Michoacan dan menembak gedung-gedung umum, termasuk kantor pemerintah, kantor polisi dan sekolah, serta tempat bisnis dan mobil yang diparkir. Jika mereka melihat ada anggota kelompok kriminal saingan, mereka juga akan menyerangnya.

Tujuan CJNG jelas: untuk mengontrol sebanyak mungkin wilayah di Michoacan. Zeta mengatakan bahwa 'perang baru' sedang berlangsung di negara bagian itu, dengan serangan baru setiap hari.  

"CJNG bertekad untuk mengendalikan semua kegiatan terlarang, termasuk perdagangan narkoba, penculikan, pencurian bahan bakar dan pemerasan," menurut Zeta.

Sementara itu, warga biasa takut pada penjahat dan kekerasan yang mereka hasilkan. Beberapa bahkan terpaksa menggali parit di jalan raya sebagai upaya untuk menghentikan CJNG memasuki komunitas mereka.

Namun upaya untuk menggagalkan serbuan kartel Michoacán, termasuk yang dilakukan oleh pasukan keamanan pemerintah, tidak menghentikan organisasi tersebut untuk memperluas pengaruhnya. Sementara itu, CJNG telah mengatakan dalam video yang diposting online bahwa mereka akan "membebaskan" penduduk Michoacan dari cengkeraman kelompok kriminal lainnya.

Namun, bagi banyak warga, peningkatan pengaruh CJNG di negara bagian tersebut tentunya tidak terasa seperti pembebasan.

Kekerasan telah lama menjadi masalah di negara bagian penghasil alpukat terbesar di Meksiko dan rumah bagi kota pelabuhan penting Lazaro Cardenas - tempat obat-obatan terlarang dan barang terlarang lainnya lewat, tetapi menurut banyak analis, situasinya sekarang lebih buruk daripada tahun sebelumnya.

Menurut Zeta, tidak ada satu pun dari 113 kotamadya di Michoacan yang tidak dijerat masalah kejahatan dan kekerasan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya