Berita

Wartawan senior yang juga cendekiawan publik, Daniel Dhakidae tutup/Net

Politik

Daniel Dhakidae Tutup Usia, Rizal Ramli: Dia Seorang Intelektual Tanpa Lelah

SELASA, 06 APRIL 2021 | 09:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kabar duka datang dari kalangan wartawan Indonesia. Wartawan senior yang juga cendekiawan publik, Daniel Dhakidae tutup usia pada hari ini, Selasa (6/4).

Daniel Dhakidae, yang pernah lama bekerja di Kompas dan Prisma meninggal dunia pada usia 76 tahun pada pukul 07.23.

Kabar ini diunggah dalam akun Twitter milik wartawan senior, yang juga pelopor jurnalisme sastrawi, Andreas Harsono sesaat lalu.


“RIP Daniel Dhakidae (lahir Ngada, Flores 1945) cendekiawan publik, lulusan Cornell University, lama bekerja di Kompas dan Prisma, meninggal serangan jantung usia 76 tahun di Jakarta hari ini,” tuturnya.

Andreas menjelaskan bahwa semasa hidup, Daniel Dhakidae bersama sejumlah rekan-rekannya menghidupkan kembali jurnal pemikiran sosial ekonomi Prisma di tahun 2009.

“Dan duduk sebagai pemimpin redaksi (sejak 2009). Prisma berdiri 1971 dan tutup 1998,” ujarnya.

Kabar duka juga disiarkan tokoh nasional DR. Rizal Ramli lewat akun Twitter.

“Sahabat DR. Daniel Dhakidae meninggal dunia akibat serangan jantung, pkl 07.23 tadi,” ujarnya.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menegaskan bahwa Daniel Dhakidae merupakan sahabat lamanya. Bagi Rizal Ramli, Danie merupakan sosok cendekiawan yang tidak pernah kenal lelah.

“Daniel sahabat lama,, teman sama2 ketika RR Redaksi Prisma, Daniel & RR menulis pemgantar buku Frans Seda, "Simponi Tanpa Henti". Daniel seorang intelektual tanpa lelah. May He Rest in peace,” demikian Rizal Ramli.

Daniel Dhakidae lahir di Ngada, Nusa Tenggara Timur pada tahun 1945. Dia meraih gelar PhD tahun 1991 di bidang pemerintahan dari Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, dengan disertasi bertajuk “The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry”.

Disertasi ini mendapat penghargaan the Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University, karena telah “memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu”.

Daniel Dhakidae merupakan lulusan sarjana ilmu administrasi negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (1975) dan Master of Arts bidang Ilmu Politik dari Cornell University (1987).

Dia pernah menjadi Kepala Penelitian Pengembangan (Litbang) Kompas sejak 1994 sampai 2006 dan pernah berkiprah sebagai redaktur majalah Prisma (1976), Ketua Dewan Redaksi Prisma (1979 hingga 1984); dan Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES, 1982 hingga 1984).

Danies juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Yayasan Tifa dan pernah duduk di dewan pengarah yayasan ini kemudian “menghidupkan” kembali jurnal pemikiran sosial ekonomi Prisma dan duduk sebagai Pemimpin Redaksi (sejak 2009) merangkap Pemimpin Umum (sejak 2011).

Banyak buku pernah ditulisnya antara lain Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru (2003) dan bersama Vedi Renandi Hadiz menyunting buku bertajuk Social Science and Power in Indonesia (2005).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya