Berita

Nasrul Zaman/Net

Politik

Penundaan Pilkada Jadi Bukti Nasionalisme Aceh Bagi Indonesia

SENIN, 05 APRIL 2021 | 17:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada sisi lain dari penundaan Pemilihan Kepala Daerah Aceh. Penundaan itu, menunjukkan dan menegaskan nasionalisme Aceh terhadap Indonesia.

Menurut pengamat politik, Nasrul Zaman, penundaan ini menunjukkan kerelaan Aceh mengikuti kepentingan nasional secara utuh. Karena Aceh akan melakukan apa saja untuk membuktikan nasionalisme tersebut. Termasuk mengorbankan Pilkada.

"Bagus untuk Aceh. Artinya momentum bagi Aceh untuk menyatakan nasionalisme terhadap  Indonesia," kata Nasrul kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (5/4).


Dalam Undang Undang Pemerintah Aceh, lanjut Nasrul, pelaksanaan pemilihan kepala daerah hanya disebutkan lima tahun sekali. Sedangkan tentang panwaslih yang jelas-jelas ada di UUPA, pemerintah Aceh tidak bisa memperjuangkan. Namun, hanya ada tetap panwaslu.

Nasrul menambahkan, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh jangan banyak bercanda dengan UUPA. Ada hal-hal yang tidak tergolong subtansi diperjuangkan setengah mati. Sebaliknya, justru yang subtansi di UUPA tidak diperjuangkan.

Selain itu, Nasrul juga menyoal anggaran pelaksanaan Pilkada di APBA. Masalahnya, Pemerintah Aceh dan DPR Aceh tidak menetapkan anggaran tersebut.

"Kan tidak dianggarkan. Kalau dianggarkan dari 2020 kemarin di RAPBA kemudian RAPBA 2021 ada, kan tidak ada masalah," jelas Nasrul.

Menurut Nasrul, kerepotan yang terjadi saat ini karena tidak dianggarkan oleh eksekutif dan legislatif. Namun, yang tersedia hanya anggaran tidak terduga.

Anggaran tidak terduga, tegas Nasrul, tidak boleh digunakan untuk pemilihan kepala daerah. Tapi, untuk keadaan mendadak ketika ada bencana dan lainnya.

"Jadi sebanarnya mereka bercanda, berlagak serius, melaksanakan pilkada tapi persiapan dari 2021 tidak punya," tandas Nasrul.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Venezuela Kecam Keras Serangan Militer AS, Maduro Umumkan Darurat Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:56

Kemenimipas Siapkan 968 Tempat Kerja Sosial

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:41

Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:56

Parpol Pragmatis, Koalisi Permanen Tidak Mudah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:45

Pimpinan Ponpes Gontor Meninggal, Ini Jadwal Salat Jenazah dan Pemakaman

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:54

Sikap Parpol Dukung Pilkada Dilakukan DPRD Bisa Berubah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:20

Pemilu Digital: Upaya Memutus Tuntas Biaya Tinggi dan Akal-akalan Demokrasi

Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:30

Bank Mandiri Sinergi dengan Kemhan Bangun 5 Jembatan Bailey

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:55

Bulog Jamin Stok Beras di Sumatera Aman Usai 70 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:11

Motorola Umumkan Tanggal Peluncuran Razr Edisi Khusus Piala Dunia 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:56

Selengkapnya