Berita

Paka komunikasi politik, Effendi Gazali di Gedung KPK/RMOL

Hukum

Bicara Penyelundup Lobster Rp 50,4 T, Effendi Gazali Singgung Oknum Wartawan Dan Buzzer

MINGGU, 04 APRIL 2021 | 21:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ada upaya untuk menggiring opini publik terkait bergulirnya kasus suap izin ekspor benur dan korupsi bantuan sosial Covid-19 diarahkan untuk merusak citra pakar komunikasi politik, Effendi Gazali.

Menurut Effendi Gazali yang sempat dihadirkan KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut, upaya pembunuhan karakter dirinya disinyalir dilakukan oleh pihak yang ia sebut sebagai penyelundup benih lobster senilai Rp 50,4 triliun.

Oleh karenanya, ia berharap pengadilan segera menggelar agenda kasus tersebut dengan harapan penyelundup Rp 50,4 T segera terkuak.

"Kita saksikan, kalau-kalau penyelundup benih lobster Rp 50,4 T itu mau melancarkan fitnah-fitnah baru dengan mempengaruhi saksi dan sebagainya di pengadilan. Atau memakai segelintir oknum wartawan lagi untuk memelintir apa pun yang dinyatakan di persidangan," kata Effendi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/4).

Bicara soal penyelundup yang dimaksud, Effendi yang sempat menjabat sebagai Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP) ini mengaku sudah meminta kepada lembaga pimpinan Firli Bahuri buka-bukaan.

"Buktinya amat lugas. Sejak 2015 Peraturan Menteri Kelautan melarang ekspor benih lobster. Kalau tidak ada penyelundupan, maka sejak tahun 2016 industri lobster Vietnam harus mati. Karena 80% benurnya dari Indonesia. Faktanya, industri lobster Vietnam malah berkembang pesat," lanjutnya.

Di sisi lain, ia juga mempersoalkan minimnya kesadaran wartawan untuk leih kritis melihat lebih dalam kasus yang telah menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tersebut.

"Saya yakin amat banyak wartawan yang baik. Tapi kita tahulah, uang sebanyak itu bisa membuat segelintir wartawan jadi tidak aware, apalagi bisa membuat buzzer jadi sayang sama tokoh idola dan siap menyerang pihak yang mengetahui semua fakta itu," sambungnya.

"Tujuan penyelundup tetap, mematikan karakter saya agar tidak lagi kredibel meneriakkan penyelundupan benih lobster sejak 2015, dengan nilai total sekitar 50,4 T sampai saat ini," tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga tak habis pikir dengan aparat terkait yang terkesan belum tertarik untuk memeriksa dan menyelidik penyelundup benur dengan nilai yang fantastis itu.

"Mungkin tumpukan perkara masih berjejal. Padahal caranya amat gampang, panggil saja bagian karantina Kementerian Kelautan dan karantina di berbagai bandara serta pelabuhan! Rp 10,08 triliun per tahun loh. Bayangkan siapa saja yang harus terlibat agar penyelundupan ini bisa jalan terus bertahun-tahun?" tandasnya.

Populer

Joko Widodo Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang

Sabtu, 08 Mei 2021 | 07:06

Ajakan Presiden Jokowi Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati!

Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:17

Ini Penjelasan Firli Bahuri Soal Isu Pemecatan Novel Baswedan Dkk Karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Senin, 03 Mei 2021 | 19:59

Soal Jokowi Dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno

Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:55

Presiden Jokowi Bisa Beri Mandat Kepada Jusuf Kalla Untuk Selesaikan Papua

Selasa, 04 Mei 2021 | 16:51

Ustadz Abdul Somad Diserang Kabar Burung, Kali Ini Tentang Kado Pernikahan

Minggu, 02 Mei 2021 | 22:03

Praktik Mandi Kotoran Sapi Untuk Cegah Covid-19 Makin Marak Di India, Dokter: Tidak Ada Bukti Ilmiah

Selasa, 11 Mei 2021 | 11:57

UPDATE

Eevolusi Energi (2)

Kamis, 13 Mei 2021 | 05:30

Gegara 1 Kesalahan, Chelsea Dipermalukan Arsenal Di Kandang Sendiri

Kamis, 13 Mei 2021 | 05:11

Warga Batang Nekat Takbir Keliling, Langsung Dibubarkan Bupati

Kamis, 13 Mei 2021 | 04:57

Tak Terima Jokowi Dituduh Lemahkan KPK, Ali Ngabalin: Itu Cara-cara Berpikir Otak Sungsang

Kamis, 13 Mei 2021 | 04:40

60 Persen Napi Di Jatim Dapat Remisi Idulfitri, Negara Hemat Rp 7,7 Miliar

Kamis, 13 Mei 2021 | 04:21

Doa Menyentuh Hati Anies Di Hari Yang Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 | 03:49

Harga Daging Sapi Tembus Rp 200 Ribu Di Aceh Barat Daya, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Kamis, 13 Mei 2021 | 03:16

Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, Jokowi Ajak Masyarakat Terus Berjuang Melawan Pandemi

Kamis, 13 Mei 2021 | 02:56

PN Tuban Perkuat Putusan PTUN Terkait Polemik Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Kamis, 13 Mei 2021 | 02:36

Anies Apresiasi Warga Yang Memilih Tidak Pergi Takbiran Di Malam Lebaran

Kamis, 13 Mei 2021 | 02:17

Selengkapnya