Berita

Salah seorang warga menggunakan perahu getek untuk menuju Kampung Kalong Dagul, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga/Net

Politik

Dekat Dengan Ibukota, LaNyalla Mattalitti Miris Warga Kalong Dagul Bogor Masih Pakai Rakit

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 15:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Saat pembangunan infrastruktur gencar dilakukan, sebuah kabar miris terdengar dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang notabene tidak jauh dari Ibukota Jakarta.

Masyarakat Kampung Kalong Dagul tepatnya bagian dari Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, harus memanfaatkan rakit untuk mendukung aktivitas.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengaku sangat miris mendengar kabar tersebut.


"Secara lokasi, Kabupaten Bogor dekat dengan Jakarta. Seharusnya, kondisi seperti ini bisa diatasi. Apalagi Kabupaten Bogor juga menjadi daerah penunjang buat Jakarta," tutur keta senator asal Jawa Timur itu, Kamis (1/4).

Desa Kalong Sawah hanya berjarak sekitar 35 kilometer dari Istana Bogor di Kota Bogor dan 56 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong. Desa ini kekurangan infrastruktur dasar di tengah pesatnya pembangunan di kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Masalah di desa ini terjadi sejak 1 Januari 2020, atau saat jembatan penghubung Kampung Kalong Dagul ke Kampung Garisul sepanjang 60 meter, rusak akibat tersapu banjir bandang. Karena tidak kunjung diperbaiki, masyarakat menjadikan rakit bambu sebagai andalan," tuturnya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan, kondisi ini sangat membahayakan.

"Masyarakat harus bertaruh nyawa untuk beraktivitas. Kondisi ini harusnya mampu mengetuk kepedulian kita semua. Apalagi, terkadang yang melintas dengan rakit itu adalah anak-anak dan lansia," tuturnya.

Oleh sebab itu, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu berharap pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan di kawasan Jabodetabek bisa juga menyentuh masyakarat seperti di Desa Kalongsawah.

"Pembangunan infrastruktur di desa tidak boleh dilupakan. Sebab dari desa kemakmuran dan ekonomi bisa berputar. Peran desa cukup sentral, saya berharap nasib mereka pun diperhatikan," ucap LaNyalla.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya