Berita

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Christina Aryani/Net

Politik

Komisi I DPR Enggan Memberi Tafsir Soal Langkah Prabowo Beli Senjata Ke Jepang

RABU, 31 MARET 2021 | 11:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI enggan mempermasalahkan pembelian senjata dari Jepang yang dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Selasa (30/3) kemarin di Tokyo. Asalkan, pembelian senjata tersebut sesuai perundang-undangan.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Golkar Christina Aryani saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarta, Rabu (31/3).

"Komisi I tidak pernah mempermasalahkan persoalan pembelian senjata sepanjang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Saat ini Panja Alutsista juga sudah mulai bekerja di Komisi I," ujar Christina Aryani.


Christina mengatakan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai pembelian senjata ke Jepang tersebut. Ia akan mendengarkan keterangan dari Menhan Prabowo terlebih dahulu mengenai pembelian senjata itu sebelum berkomentar lebih jauh.

"Saya juga tidak ingin mencoba menafsirkan apa yang tengah dilakukan Menhan, perlu didengar terlebih dahulu keterangannya," tuturnya.

"Yang jelas saya dan beberapa teman di Komisi I merindukan kehadiran Menhan, sudah saatnya kami melakukan rapat kerja dengan Menhan, Panglima TNI serta para kepala staf guna membahas evaluasi capaian kinerja, realisasi anggaran Tahun Anggaran 2020, persiapan pelaksanaan APBN 2021, serta banyak isu-isu aktual," imbuhnya.

Menurut Christina, pihaknya sudah banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus diklarifikasi oleh Menhan Prabowo dan jajaran mengenai pertahanan dan keamanan.

"Sudah cukup banyak terkumpul pertanyaan dan klarifikasi yang hendak kami lakukan. Semoga rapat kerja bisa segera terlaksana," tandasnya.

Negara Jepang menyetujui kesepakatan ekspor alat utama sistem persenjataan (alutsista) ke Indonesia. Bahkan bukan hanya pembelian alutsista, tapi ada unsur transfer teknologi bagi Indonesia.

Kesepakatan transfer alutsista dan teknologi disepakati saat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, ditemani oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, bertandang ke Tokyo pada Selasa (30/2). Sebelumnya Prabowo juga sempat menjajaki kerjasama dengan Rusia hingga Inggris.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan pakta tersebut akan menjadi dasar kerjasama keamanan lebih lanjut antara kedua negara, di tengah meningkatnya ketegasan China di perairan regional.

"Untuk mewujudkan visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, saya ingin meningkatkan kerja sama khusus," kata Yoshihide Suga kepada para menteri Indonesia di kantornya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya