Berita

Nuning Kertopati/RMOL

Pertahanan

Bomber Makassar Pasutri Muda, Nuning Kertopati Ingatkan Milenial Bijak Pilih Pergaulan

SELASA, 30 MARET 2021 | 22:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pelaku bom bunuh diri di Makassar yang merupakan pasangan suami istri muda mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Pasangan bomber itu tercatat lahir pada tahun 1995, dan masuk kategori usia milenial.

Pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mengatakan, karakter milenial kebanyakan sedang mencari jatidiri dan mengikuti arah pihak yang dianggap paling berpengaruh.


Kata analis yang karib disapa Nuning ini, sangat sedikit dari usia milenial yang memiliki karakter kuat. Imbasnya, mudah dipengaruhi oleh doktrin yang mengarah melawan negara.

"Sangat sedikit dari usia milenial memiliki karakter yang kuat sehingga mudah dipengaruhi  hal-hal yang melawan negara," demikian kata Nuning kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (30/3).

Lebih lanjut Nuning mengatakan bahwa pola rekruitmen kelompok teroris berkembang secara terbuka dengan menggunakan ruang publik di sekolah, kampus dan perkumpulan agama.

Atas dasar itu, mantan anggota Komisi I DPR ini mengatakan perlunya kelompok milenial kritis terhadap hal-hal yang menyangkut dengan pilihan hidup.

Selain itu, kelompok milenial harus bijak dalam memilih entitas pergaulannya.

"Bijak memilih pergaulan dan hindari kelompok agama garis keras (agama apapun). Hati-hati saat ini proses enabling environtment marak, sehingga yang tidak wajar terasa wajar/normal," demikian kata Nuning.

Nuning juga menyoroti pentingnya aparat keamanan membaca penetrasi ideologi yang dinormalisasikan. Penetrasi ideologi itu akan menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung untuk kelompok teroris melakukan berbagai aktivitasnya.

"Menciptakan “enabling environment” bagi kelompok teroris untuk melakukan rekrutmen, kaderisasi dan mendapatkan dukungan dana dan politik," demikian kata Nuning.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya