Berita

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko/Net

Politik

Kader Demokrat Berhak Marah Atas Tuduhan Pertarungan Ideologi Dari Moeldoko

SENIN, 29 MARET 2021 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menjelaskan alasannya mau menerima penobatan sebagai ketua umum Partai Demokrat hasil kongres luar biasa yang diklaim sekelompok orang menuai kritik dari DPP Partai Demokrat.

Pasalnya, Moeldoko menjelaskan bahwa aksinya itu didasarkan pada adanya tarikan ideologis dalam tubuh Partai Demokrat. Pertarungan itu, katanya menguat menjelang 2024.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menjelaskan bahwa kader-kader Partai Demokrat berhak marah atas pernyataan dari Moeldoko tersebut.


“Seluruh kader Partai Demokrat bahkan negara berhak marah atas pernyataan Moeldoko. Tuduhan adanya pertarungan ideologi di tubuh Demokrat sangat serius,” tegasnya kepada wartawan, Senin (29/3).

Kepada kader Demokrat, Syahrial menekankan bahwa tudugan itu tidak berdasar. Sebab Demokrat masih dalam jalur yang dikawal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tokoh partai.

“Apalagi ada Pak SBY sebagai pengawal ideologi partai,” tegasnya.

Moeldoko sempat menyinggu pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat saat dirinya mengurai alasan mau menerima tawaran dari KLB Deliserdang. Menurutnya, pertarungan ideologis ini terstruktur dan mudah dikenali. Hal ini, menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
‘
”Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024," kata Moeldoko di akun Instagramnya @dr_Moeldoko pada Minggu (28/3).

Tarikan ideologis di tubuh Demokrat ini yang kemudian menjadikan alasan mantan panglima TNI tersebut bersedia didaulat jadi ketua uymum.

"Jadi ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa. Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan baik oleh rekan-rekan sekalian," tuturnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya